Kemenkop RI dan Nasim Khan Sosialisasikan Manfaat KDKMP di Situbondo, 76 Koperasi Siap Beroperasi

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Sebanyak 76 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Situbondo dilaporkan telah rampung dibangun. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, HM Ir Nasim Khan, mendorong agar koperasi tersebut segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Nasim Khan dalam kegiatan Sosialisasi Manfaat Program Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar Kementerian Koperasi Republik Indonesia bersama Komisi VI DPR RI di Aula Hotel Rengganis, Pasir Putih, Situbondo, Selasa (20/10/2026).
Nasim Khan mengatakan, pembangunan koperasi tidak cukup hanya dengan menyediakan bangunan dan sarana fisik. Diperlukan kerja sama berbagai pihak agar koperasi mampu menjalankan kegiatan usaha secara optimal dan berkelanjutan.
Menurut Nasim, program KDKMP memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa. Namun, pelaksanaannya membutuhkan proses bertahap, dukungan anggaran, tenaga, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan.
“Program apa pun yang diharapkan pemerintah, pada intinya bagus. KDKMP untuk memberdayakan perekonomian dan koperasi masyarakat itu luar biasa. Tetapi, semuanya tidak mudah seperti membalikkan tangan. Butuh waktu, biaya, tenaga, dan harus dilakukan secara bertahap,” ujar Nasim.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, pengurus koperasi, serta masyarakat untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan.
76 KDKMP Rampung, Pengelola Mulai Disiapkan
Nasim menyebut, capaian pembangunan KDKMP di Situbondo menjadi modal awal untuk mengembangkan ekonomi desa melalui koperasi.
Dari target pembangunan sebanyak 72 KDKMP yang disebutkan dalam sambutannya, sebanyak 76 koperasi dilaporkan telah rampung. Nasim mengapresiasi kerja sama Bupati Situbondo, Dandim 0823 Situbondo, dan jajaran terkait dalam mendukung penyelesaian pembangunan tersebut.
“Ini suatu prestasi yang luar biasa. Tinggal bagaimana sekarang kita berharap KDKMP di Kabupaten Situbondo bisa hidup, bisa operasional, dan bisa maksimal,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa dari 76 KDKMP tersebut, sebanyak 75 manajer koperasi desa telah terbentuk. Nasim Khan menambahkan keberadaan pengelola menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha yang produktif.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pengembangan KDKMP serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai program tersebut.
Koperasi Diharapkan Perkuat Potensi Ekonomi Desa
Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Keuangan Kementerian Koperasi, Darmono, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa KDKMP merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Darmono, Situbondo memiliki potensi ekonomi lokal yang besar. Daerah tersebut mempunyai garis pantai sekitar 150 kilometer, lebih dari 13.800 pelaku UMKM, serta berbagai komoditas unggulan, mulai dari mangga, tebu, beras premium, olahan ikan, hingga rengginang dari Desa Gelung.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait efisiensi rantai distribusi dan dominasi tengkulak.
KDKMP diharapkan dapat menjadi agregator yang membantu pemasaran produk lokal secara lebih profesional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan posisi tawar petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Dengan kepastian harga jual yang adil bagi petani dan nelayan serta pencatatan keuangan yang transparan berbasis aplikasi, perputaran uang diharapkan tetap berada di dalam desa sendiri,” demikian salah satu poin dalam sambutan Darmono.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan koperasi yang menyesuaikan dengan potensi unggulan setiap desa, baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, maupun produk UMKM.
Anak Muda Didorong Terlibat
Darmono turut menyoroti peran generasi muda dalam memodernisasi pengelolaan koperasi desa, keterlibatan anak muda dibutuhkan untuk mendorong digitalisasi, pemasaran daring, pengembangan produk, serta penciptaan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, KDKMP diharapkan dapat membuka peluang kerja kreatif di daerah sehingga generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi tanpa harus merantau ke luar daerah.
Darmono menegaskan, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, tata kelola, partisipasi anggota, dan keberlanjutan kegiatan usaha.
Koperasi juga diharapkan dapat memperkuat distribusi barang kebutuhan pokok dan barang bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku melalui kemitraan dengan pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha terkait.
Dihadiri Bupati dan Pimpinan Daerah
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Dandim 0823 Situbondo, Ketua DPC PKB Situbondo Lora Yafi, Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, sejumlah anggota DPRD dari PKB, serta ratusan Masyarakat dan pengelola KDKMP.
Melalui kegiatan ini, pengembangan KDKMP di Situbondo diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pembangunan fisik. Koperasi ditargetkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa, memperluas pemasaran produk lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan profesional serta semangat gotong royong.



