Sulawesi Selatan

AKSARA – Aksi Kenali Parkinson pada Lansia: KKN Profesi Kesehatan 69 Universitas Hasanuddin Tingkatkan Pengetahuan Lansia di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap

Berita Nasional.id- Desa Buae, 16 Juli 2026 — KKN Profesi Kesehatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja AKSARA (Aksi Kenali Parkinson pada Lansia) di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 13.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penyakit Parkinson sebagai salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada usia lanjut. Edukasi diberikan agar masyarakat, khususnya lansia, mampu mengenali tanda dan gejala Parkinson sejak dini sehingga dapat segera memperoleh penanganan yang tepat dan mempertahankan kualitas hidup yang baik. Kegiatan ini diikuti oleh para lansia dengan antusias sejak awal hingga akhir acara.

Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengertian penyakit Parkinson, penyebab terjadinya Parkinson akibat berkurangnya dopamin di otak, faktor risiko seperti usia, faktor genetik, jenis kelamin, dan faktor lingkungan, serta manifestasi klinis yang dikenal dengan TRAP, yaitu tremor (gemetar), rigiditas (kaku), bradikinesia atau gerakan yang melambat, dan gangguan keseimbangan. Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai terapi Parkinson, termasuk penggunaan obat Levodopa dan Carbidopa sesuai anjuran dokter, serta pentingnya latihan mandiri seperti latihan postur tubuh, latihan rentang gerak, latihan keseimbangan, latihan berjalan, latihan duduk-berdiri, serta latihan tangan dan jari untuk membantu mempertahankan kemampuan gerak penderita Parkinson.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan mengenai gejala Parkinson, penyebab tangan gemetar pada lansia, hingga cara membedakan tremor akibat Parkinson dengan proses penuaan biasa. Seluruh pertanyaan dijawab oleh pemateri menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pak Nus, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program AKSARA. Menurutnya, edukasi kesehatan bagi lansia merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan tetap produktif.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para lansia karena tidak hanya menambah pengetahuan mengenai penyakit Parkinson, tetapi juga mendorong mereka untuk tetap aktif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. Lansia sebaiknya tidak hanya beraktivitas di rumah, tetapi juga mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang dapat meningkatkan kesehatan fisik, memperluas interaksi sosial, serta menjaga kesehatan mental. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga para lansia memiliki semangat untuk terus belajar, bergerak, dan menjaga kualitas hidupnya agar tetap sehat, mandiri, serta bahagia di usia lanjut,” ujar Pak Nus, perwakilan BKKBN.

Salah seorang peserta lansia, Ibu Kamaria, juga menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya baru mengetahui bahwa Parkinson bukan hanya sekadar tangan gemetar. Setelah mengikuti penyuluhan ini, saya menjadi lebih paham mengenai gejala, penyebab, dan latihan yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga kemampuan bergerak. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan karena sangat bermanfaat bagi kami para lansia,” ungkap Ibu Kamaria.

Melalui program AKSARA – Aksi Kenali Parkinson pada Lansia, KKN Profesi Kesehatan 69 Universitas Hasanuddin berharap para lansia di Desa Buae memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai penyakit Parkinson, mampu mengenali gejala sejak dini, serta terdorong untuk menerapkan pola hidup aktif, melakukan latihan fisik secara rutin, dan memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami tanda-tanda Parkinson. Program ini diharapkan menjadi salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup lansia di Desa Buae.

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button