Anteng dan Manja, Balita Dusun Plampang Nyaman di Gendong TNI Pada TMMD ke-127 di Situbondo

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Kehadiran prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Dusun Plampang, Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tak sekadar membangun infrastruktur. Program ini juga menghadirkan kedekatan emosional yang begitu terasa di tengah masyarakat pelosok, Kamis (26/2/2026).
Di balik deru alat berat dan aktivitas pembangunan fisik, ada pemandangan yang mencuri perhatian. Anak-anak kecil yang awalnya hanya memandang dari kejauhan, kini terlihat akrab dengan prajurit berbaju loreng. Tawa riang dan guyonan menjadi pemandangan sehari-hari, seolah tak ada sekat antara aparat dan warga.

Salah satu momen mengharukan terlihat pada Rabu siang (25/2/2026), di sela kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev). Seorang balita bernama Fariz (1,7 tahun) tampak anteng dalam gendongan Kolonel Inf M. Andrian Siregar, S.I.P., M.Han., yang menjabat sebagai Paban II/Minpuanter Sterad. Meski baru pertama kali bertemu, Fariz tak menunjukkan rasa takut. Ia justru tampak nyaman, seakan telah lama mengenal baju loreng tersebut.
Fariz datang bersama ibunya, Mahruzah, untuk mengurus akta kelahiran. Momentum TMMD dimanfaatkan warga untuk mengakses layanan administrasi kependudukan yang selama ini sulit dijangkau.
“Kami datang untuk mengurus akta kelahiran bagi Fariz, karena kesempatan seperti ini sangat langka bagi kami. Dengan adanya program dari Pak TNI, kami bisa membuat akta tanpa harus ke kantor catatan sipil Kabupaten Situbondo yang jaraknya sekitar 60 kilometer dari dusun kami,” ujar Mahruzah.
Bagi warga Dusun Plampang, mengurus dokumen kependudukan bukan perkara sederhana. Jarak yang jauh, akses jalan yang menantang, serta biaya transportasi menjadi kendala utama. Terlebih, suami Mahruzah sehari-hari bekerja sebagai petani kebun. Jika harus bolak-balik ke kota kabupaten karena kekurangan berkas atau kesalahan administrasi, waktu dan biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
“Kalau mengurus sendiri ke kabupaten, kadang harus bolak-balik. Kalau ada berkas kurang atau salah, harus kembali lagi. Sekarang dengan adanya TMMD, TNI menghadirkan pelayanan pembuatan KTP, KK, akta kelahiran dan lainnya langsung di dusun kami. Kami merasa sangat terbantu,” katanya.
Program TMMD ke-127 di wilayah Situbondo tak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan desa dan fasilitas umum, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Layanan administrasi kependudukan menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pelayanan publik.
Kehadiran prajurit TNI yang membaur dengan masyarakat pun menghadirkan suasana berbeda. Anak-anak yang semula canggung kini tak ragu bermain dan bercengkerama. Para orang tua pun merasa lebih dekat dan terbuka.
Bagi Fariz kecil, mungkin momen digendong perwira TNI hanyalah pengalaman singkat. Namun bagi ibunya, kemudahan mengurus identitas sang anak tanpa harus menempuh perjalanan puluhan kilometer adalah perubahan besar.
Di pelosok Sumbermalang, TMMD ke-127 tak hanya membangun jalan dan fasilitas desa. Ia juga membangun harapan—bahwa negara benar-benar hadir, bahkan hingga ke sudut-sudut terjauh.



