Bangun Sistem Pajak Terhubung, Tim IT Bapenda Sulbar Terima Kunjungan PDE Mamuju Bahas Data e-Samsat

BeritaNasional. ID MAMUJU SULBAR– Upaya mempercepat transformasi digital pelayanan pajak daerah terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Tim Teknologi Informasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulbar menerima kunjungan jajaran Pengolahan Data Elektronik (PDE) UPTD Pelayanan Pajak Mamuju guna membahas sinkronisasi data pada sistem e-Samsat.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 tersebut difokuskan pada integrasi basis data, peningkatan akurasi informasi wajib pajak, serta penguatan sistem pelayanan berbasis digital agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Kasubid Teknologi Informasi Bapenda Sulbar, Rosianah M. Nadir, bersama Tim IT Bapenda Sulbar, Bendahara Penerimaan Bapenda Sulbar, Imam Awaluddin serta Tim PDE UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, Suardi Rusli yang secara teknis membahas skema sinkronisasi dan pembaruan data e-Samsat.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi membangun sistem perpajakan daerah yang saling terhubung, sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor melalui penguatan validitas data dan efisiensi layanan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas, sebagaimana yang digagas oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur menegaskan bahwa penguatan sistem digital merupakan fondasi penting dalam modernisasi pengelolaan pendapatan daerah.
“Integrasi data e-Samsat menjadi kunci untuk menghadirkan layanan pajak yang lebih mudah, cepat, dan terpercaya. Sinergi antarunit teknis harus terus diperkuat agar sistem yang dibangun benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan sinkronisasi data antarunit kerja semakin optimal sehingga pelayanan pajak berbasis digital di Sulawesi Barat dapat berjalan lebih terintegrasi, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (foto frd/Un)



