Hukum & Kriminal

Ini Langkah Polisi Tangani Kasus Oknum Guru MI Yang Lempar Penghapus Ke Dahi Muridnya Hingga Luka

"Masih diperiksa saksi-saksinya terus dalam proses sidik," ungkap Ipda Didik Suhendi.

image_pdf

BeritaNasional.ID,

BANYUWANGI – Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Panji P Wijaya yang dikonfirmasi media ini terkait penanganan perkara siswa kelas 4 sekolah MI NU Salafiyah berinisial DFM, anak dari pasangan suami istri (Pasutri), Agus Widiantoro (30) dan Sulistyowati (26), warga Dusun Krajan Desa Jambewangi Kecamatan Sempu Banyuwangi yang menjadi korban lemparan penghapus oknum guru AJ, mengaku ditindaklanjuti oleh Polsek Sempu.

“Iya Pak, yang menangani Polsek Sempu. Tidak dilimpahkan ke Polres,” jawab AKP Panji, Jumat (8/3/19) siang.

Sementara Kapolsek Sempu AKP Suhardi yang dihubungi media ini melalui Kanitreskrim Ipda Didik Suhendi mengaku proses hukum terkait perkara dimaksud terus berlanjut.

“Iya mas, masih diperiksa saksi saksinya terus dalam proses sidik,” ungkap Ipda Didik Suhendi.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat kekerasan yang dilakukan oknum AJ, guru di MI NU Salafiyah Dusun Tugung Desa/Kecamatan Sempu, DFM siswa kelas IV di sekolah tersebut mengalami luka berdarah pada bagian dahinya. Dan paska kejadian pada Sabtu (2/3/19) itu pula, Kanitreskrim Ipda Didik Suhendi langsung mendapat laporan dari keluarga korban.

“Memang kita sudah mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban,” ujar Kanitreskrim Ipda Didik Suhendi saat itu.

Kanit Didik Suhendi sendiri menyatakan, terkait laporan tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan data lengkap dari korban. Untuk visum, memang sudah ada dan hasilnya korban memang mengalami luka robek di bagian dahi.

“Kalau dari laporan korban ini memang dilakukan oleh oknum guru yang berinisial AJ, tapi kita belum bisa pastikan kebenarannya,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (6/3/19) lalu seraya menyatakan bahwa terlapor juga sebagai wakil ketua takmir masjid di Al Gufron Sempu.

Sedangkan keterangan ibu korban yang bernama Sulistyowati, bahwa akibat kejadian tersebut sangat memukul mental anaknya, bahkan anaknya menjadi trauma. Mengingat DFM tidak serumah dengan dirinya, karena selama ini tinggal dan dirawat neneknya karena ada faktor x dalam rumah tangganya.

“Mendengar anak saya terluka, langsung saya bawa ke Puskesmas Sempu supaya luka di dahi akibat lemparan penghapus mendapat perawatan dari dokter,” paparnya waktu itu.

Namun sebenarnya, meski anaknya terluka akibat arogansi seorang oknum guru tersebut, ia tidak mau persoalan ini dibawa ke ranah hukum. “Sebenarnya saya tidak mau melaporkan ke polisi, tapi saya hanya ingin kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” jelasnya. (red)

Caption : Kanitreskrim Polsek Sempu, Ipda Didik Suhendi SH

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close