BondowosoDaerahJawa Timur

Berjualan Di Sebelah Destinasi Wisata Pemandangan Harus Berdamai Dengan Kera

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Saat ini mencari nafkah sangat sulit, kalaupun ada harus menanggung resiko keselamatan dan ancaman dari segerombolan kera. Itulah yang dialami oleh Pak Hor Warga Desa/Kecamatan Wringin.

Untuk menyambung hidup, bersama anaknya Pak Hor membuka warung kopi, nasi dan penyewaan toilet persis di sebelah pemandangan arak-arak Wringin. Agar pengunjung kerasan juga disediakan sejumlah saung.

Saat itu, wartawan BeritaNasional.ID, dalam perjalanan pulang dari Sumenep Madura menyambangi putranya yang menjadi Guru Tugas PP Sidogiri Pasuruan di PP Bumi Dzikrullah Nyabakan Barat Batang-batang, sedang melepas lelah.

Disela-sela minum kopi, Pak Hor mengatakan, warungnya menjual kopi, gorengan, nasi, dan lain-lain. Juga menyiapkan toilet untuk pengunjung. Sekali pakai, tarifnya Rp2.000,00. Kopi secangkir juga Rp Rp2.000,00.

“Murah meriah mas, yang penting laku. Agar pengunjung kerasan, saya siapkan sejumlah saung yang bisa melihat view pemandangan. Pengunjung bisa menikmati pemandangan sambil minum kopi dan besenda gurau dengan temannya,” kata Pak Hor.

Ketika dikonfirmasi tentang keselamatan diri dan pengunjung, Pak Hor mengatakan, yang penting menemukan tempat usaha dan urusan konstruksi serta kondisi pembangunan tidak permah difikirkan.

Pak Abi, ponakan Pak Hor menimpali, dalam setahun hanya dikena pajak Rp15.000,00. Penagihnya Perangkat Desa Wringin. Karena memang pendapatan warung ini tidak menentu. Kadang zonk, maksimal dapat Rp100.000,00/hari.

“Kalau sepi, warung tidak boleh ditinggal. Sebab kera-kera berkeliaran mencuri barang dagangan. Kita harus berdamai, dengan memberikan makanan pada kera sebelum gengnya datang,” kata Pak Abi.

Kalau tidak berdamai dengan kera, lanjutnya, misalnya kita tarung satu lawan satu, kita kalah. Kera ilmu silatnya bagus. Cakarnya itu yang mengerikan, bisa menyobek bagian tubuh kita yang kena cakarnya.

Jika dalam pertarungan ada kera yang mati, akan datang segerombolan kera yang menyerang manusia. Sebelum menyerang. Kera-kera itu mengelilingi reakannya yang mati seakan mengucapkan bela suka dan berdoa sebelum menyerang lawannya. –Syamsul Arifin/Bernas-

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button