BGN Pusat : APPMBGI DPD II Polman Mitra Strategis, Perkuat Rantai Pasok dan Tata Kelola Program MBG di Daerah

BeritaNasional. ID POLMAN SULBAR— Kehadiran Asosiasi Pengusaha dan Penyedia Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) dinilai semakin strategis dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam menjawab berbagai tantangan teknis dan operasional di tingkat dapur layanan.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, asosiasi memiliki posisi penting sebagai penghubung antara kondisi riil di lapangan dengan kebijakan di tingkat pusat.
dr. Emilia Sopiyessi Sekretaris Deputi Bidang Sistem, Data, dan Tata Kelola Gizi Nasional BGN menyebut, APPMBGI DPD II Polmam diharapkan mampu menghadirkan rekomendasi yang berbasis pada fakta lapangan, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Asosiasi ini menjadi mitra strategis karena mereka memahami langsung kondisi di lapangan. Masukan yang diberikan diharapkan mampu memperkuat perbaikan sistem. Namun, kewenangan tetap berada pada SPPG dan BGN,” ujarnya.
Emilia juga menegaskan bahwa dalam konteks pengawasan, APPMBGI dapat berperan sebagai bagian dari ekosistem kontrol sosial yang konstruktif.
Hal ini penting untuk memastikan standar operasional tetap terjaga, terutama setelah munculnya sejumlah kasus seperti dapur yang disuspensi akibat insiden keamanan pangan.
“Suspensi tidak akan dicabut sebelum seluruh standar dipenuhi. Jika tidak ada perbaikan, maka bisa berujung pada penutupan permanen,” tegasnya.
Di tingkat daerah, APPMBGI mulai mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai forum komunikasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
Ditempat yang sama Ketua APPMBGI DPD II Polewali Mandar, Agusnia Hasan Sulur, menegaskan bahwa asosiasi mendorong pemenuhan kebutuhan dapur MBG berbasis potensi lokal, mulai dari bahan pangan hingga tenaga kerja.
“Melalui asosiasi ini, kami ingin memastikan rantai pasok dapur MBG dapat dipenuhi dari dalam daerah. Ini penting agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat lokal,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Polewali Mandar memiliki potensi besar dalam sektor pangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dalam skema program nasional.
Lebih jauh, APPMBGI juga berfungsi sebagai ruang konsolidasi lintas sektor yang menghimpun berbagai elemen, mulai dari pelaku usaha, ASN, akademisi, praktisi, hingga sektor pariwisata.
Keterlibatan multipihak ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem program yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak luas.
“APPMBGI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah kolaborasi. Di sini kami mempertemukan berbagai kepentingan untuk menghasilkan solusi yang konkret,” jelas Agusnia.
Dengan peran tersebut, APPMBGI diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara mitra pelaksana di lapangan dengan pemerintah, sekaligus menjadi ruang diskusi dalam merumuskan solusi atas berbagai kendala program.
“Peran utama kami adalah menguatkan, menjembatani komunikasi, dan menghadirkan solusi berbasis kondisi nyata di lapangan,” tutupnya.
Ke depan, sinergi antara APPMBGI, pemerintah daerah, dan BGN diharapkan mampu memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, sehingga tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.



