Jawa TimurProbolinggo

Bimtek Pemeriksaan Kesehatan Koperasi Tingkatkan Kualitas Pengelolaan di Probolinggo

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemeriksaan Kesehatan Koperasi pada Senin hingga Selasa (27–28 Oktober 2023) di Ruang Pertemuan Nawa Sena, Lantai 2, Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo.

Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, dan diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, serta pengelola dari 18 koperasi binaan di wilayah Kota Probolinggo. Peserta berasal dari berbagai jenis koperasi, seperti koperasi pegawai negeri, koperasi karyawan, koperasi wanita, koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, dan koperasi jasa.

Narasumber utama adalah RR. Ratna Saktijaningdijah dan Elok Ning Faikoh dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Perkoperasian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Jawa Timur. Mereka menyampaikan materi tentang tata cara dan standar pemeriksaan kesehatan koperasi.

Dalam laporannya, Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan operasional koperasi sesuai peraturan perundang-undangan, menilai kinerja dan kesehatan koperasi berdasarkan empat aspek utama: tata kelola, profil risiko, kinerja keuangan, serta permodalan. Selain itu, kegiatan ini juga mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan koperasi untuk menentukan langkah-langkah perbaikan dan pengembangan di masa depan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan pentingnya penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa koperasi merupakan program unggulan untuk mendorong perekonomian di lapisan bawah, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Koperasi menjadi program primadona, terutama untuk mengangkat perekonomian di tingkat paling bawah. Kita ingin menguatkan pergerakan ekonomi di Indonesia, khususnya di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo mencapai 5,8 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,1 persen. Menurutnya, hal ini menunjukkan kondisi ekonomi daerah yang positif, namun tetap perlu diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha kecil.

“Semakin kuat koperasi, semakin besar peranannya dalam menopang ekonomi daerah. Kita sudah punya layanan NIB drive-thru gratis agar pelaku UMKM dan koperasi lebih mudah berkembang,” tambahnya.

Ia berharap bimtek ini memberikan wawasan tambahan bagi pengurus koperasi untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan akuntabilitas lembaga. Dengan demikian, koperasi di Kota Probolinggo dapat tumbuh sehat, transparan, dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi anggotanya.

 

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button