Daerah

Boming Soal Investasi di Banyuwangi

Jadi Kajian PWS Saat Peringati HPN ke-74 di Bunder

image_pdf

BeritaNasional.ID, BANYUWANGI – Diskusi yang digelar Persaudaraan Wartawan Sritanjung (PWS) Banyuwangi dengan tema “Peran Pers Berkontribusi Dalam Investasi Di Banyuwangi” berlangsung gayeng, Selasa (25/2/20).

Dalam diskusi bersama aparat kepolisian, pelaku wisata, tokoh masyarakat, dan jurnalis PWS itu menyoroti fenomena investasi di Banyuwangi yang beberapa Minggu terakhir hangat jadi perbincangan.

Terlebih adanya aroma pro dan kontra dari beberapa elemen masyarakat, membuat suhu situasi di Banyuwangi menjadi semakin ramai di permukaan.

Hakim Said selaku penasehat PWS dalam kesempatan diskusi mengatakan, perbedaan pendapat sah-sah saja asalkan tidak sampai melanggar aturan. Mengingat masyarakat Banyuwangi saat ini sudah semakin cerdas dan kritis menyikapi sebuah kebijakan yang diambil pemerintah.

Akan tetapi, kata Hakim, jika sebuah investasi itu sudah menjadi obyek vital nasional (obvitnas), maka sudah seharusnya menjadi tanggung jawab dan komitmen bersama untuk menjaga iklim investasi yang ada.

“Itu sudah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional,” jelas Hakim.

Sedangkan Kapolsek Wongsorejo, AKP Kusmin sepakat bahwa dalam Obvitnas sebagaimana UU No 34 Tahun 2004 mengatur tentang tugas TNI dalam mengamankan Obvitnas, dan UU No 2 tahun 2002 yang mengatur tentang tugas Polri.

Sementara Lili, salah satu pelaku wisata perwakilan dari wisata Bangsring Underwater (Bunder) menyatakan, adanya investor yang masuk ke dalam suatu daerah pasti memberikan dampak, entah itu dampak negatif maupun dampak positif.

Menurutnya, selama investasi itu memberikan dampak positif bagi masyarakat, maka sudah sepatutnya didukung. “Dalam hal ini, masyarakat setempat juga harus dilibatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakasatlantas Polresta Banyuwangi Iptu Junaedi yang diminta urun rembug oleh moderator diskusi menyampaikan, diskusi yang digelar PWS ini seiring dengan program Polresta Banyuwangi Unggul.

“Ada 3 G yang merupakan program Polresta Banyuwangi unggul. Diantaranya adalah Gebyar Blambangan yang bisa diartikan gesah bareng warga. Satgas Gebyar Blambangan ini merupakan inovasi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Salah satunya ya dengan duduk bersama melakukan diskusi seperti ini,” terangnya. (red) 

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close