DaerahJawa Timur

BPBD Kediri, prediksi iniMusim Kemarau, Kekeringan Dan Kebakaran Lahan Jadi Ancaman Pemkab Kediri

BeritaNasiona.ID KEDIRI – Musim kemarau dimasa pandemi, Lima kecamatan di Kabupaten Kediri terancam dilanda bencana kekeringan air bersih. BPBD Kabupaten Kediri kini tengah melakukan persiapan dropping air bersih untuk mengatasi hal tersebut.

Memasuki masa kemarau tahun ini Kabupaten Kediri dihadapkan pada ancaman kekeringan dan kebakaran lahan. Hal senada juga akan mengancam sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Saifudin Zuhri Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri mengatakan, sebagai langkah antisipasi terjadinya kekeringan, Pemerintah Kabupaten Kediri akan membangun sejumlah sumur dengan kedalaman yang bervariatif.

Selain itu bantuan dropping air bersih akan terus dilakukan ke sejumlah titik yang menjadi langganan kekurangan pasokan air bersih.

“Untuk tahun anggaran 2020, pengajuan untuk program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah disetujui dan semoga program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk penyediaan air bersih,” jelas Zuhri, minggu(20/9).

Diketahui, data yang didapatkan dari BPBD Kabupaten Kediri, ada 5 Kecamatan di Kabupaten Kediri yang berpotensi dilanda kekeringan. Daerah tersebut adalah Kecamatan Semen, Plosoklaten, Puncu, Grogol, dan Kecamatan Tarokan.

Sedangkan kategori kekeringan yang berpotensi melanda Kabupaten Kediri masih dalam level sedang. Sebagai upaya antisipasi terjadinya kekeringan, pemerintah Kabupaten Kediri akan membangun sejumlah sumur. Tidak hanya itu, droping air bersih juga akan dilakukan ke sejumlah titik yang menjadi langganan kekeringan.

Zuhri juga menambahkan bahwa, saat ini prioritas utama dari tim BPBD Kabupaten Kediri adalah lahan yang berada di lereng Gunung Wilis, utamanya sebelah utara.

“Untuk itu tim BPBD saat ini sudah mulai terjun ke masyarakat untuk melakukan sosialiasi pencegahan bencana alam tak terduga agar jika terjadi bencana masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih dini,” tuturnya.

Jauh jauh hari, masih menurut Zuhri, BPBD selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang masuk dalam peta kerawanan bencana.

“Dengan cara pendekatan personal langkah ini diharapkan efektif menyampaikan segala informasi agar dapat diterapkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Roy)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close