Sulbar

BPOM Mateng Sulbar Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat

Mateng.Sulbar.Beritanasional.id –Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Kegiatan yang berlangsung di hastag cafe, Kamis (23/7/2020) tersebut dihadiri anggota DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal, Sekertaris Daerh Kabupaten Mamuju Tengah, H. Askary Anwar, Kepala BPOM Mamuju, Netty Nurmuliawaty dan peserta dari berbagai komunitas masyarakat (ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, tokoh adat, tokoh masyarakat, komunitas pasar, karang taruna, media pers, dan lain-lain.

Dalam sambutanya, Pengawasan Obat dan Makanan berbasis risiko yang difokuskan pada strategi preventif, dengan mengedepankan tindakan pencegahan melalui pelaksanaan komunikasi risiko strategis. Salah satu bentuk nyata dari strategi ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) bersama lintas bersama sektor/tokoh masyarakat.

“Sesuai dengan tujuan kegiatan yaitu, pemberian edukasi obat dan makanan kepada masyarakat umum untuk menjadikan masyarakat sebagai konsumen cerdas, dengan selalu melakukan “Cek KLIK” (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum mengkonsumsi produk obat dan makanan,” kata Netty.

Untuk mempermudah melakukan pengecekan produk, kata Netty, Badan POM juga telah membangun aplikasi CEK BPOM dan BPOM MOBILE yang dapat diunduh pada playstore. Masyarakat juga diharapkan selalu memastikan kebenaran berita terkait Obat dan Makanan pada website BPOM ataupun dengan menghubungi Contact Center Halo BPOM 1500 533.

“Harapan kami, dengan diselenggarakannya KIE ini kita dapat menjadikan masyarakat kita khususnya di Mamuju Tengah menjadi konsumen yang cerdas dan malaqbi,” harapnya.

Dimasa pandemi covid-19 lanjutnya, pihak BPOM Mamuju tetap melakukan pengawasan obat dan makanan dengan tetap mematuhu protokol kesehatan.

“Kalau untuk daerah yang masuk zona merah, kami melakukan secara online, kami periksa sarananya, justru dimasa pandemi ini kami memberikan kemudahan bagi UMKM yang mau mendaftarkan produknya,” tutur Netty saat ditemui usai kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE.

Sementara Sekkab Mateng, H. Askary Anwar, manyampaikan pentingnya kegiatan sosialisi ini, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat seperti apa obat dan makanan yang mau dikonsumsi, apakah aman atau tidak.

“Saya mengajak kepada seluruh unsur terkait, bahwa pengawasan obat, makanan dan kosmetik mempunyai lingkup yang luas dan kompleks, karena menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, serta berimplikasi luas pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

“Jangan mengenyampingkan mutu dan kwalitas hanya karena ingin memenuhi kebutuhan yang sesaat, tanpa menyadari obat dan makanan yang dikonsumsi sangat mempengaruhi kesehatan, baik saat sekarang maupun nanti,” ungkap Askary. ( One/Yuni)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close