Nusa Tenggara Timur

Bukan di Desa, KKN Undana Kini Hadir di Panti Sosial dengan Program Kreatif

 

BeritaNasional.ID, OELAMASI — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Maxs U. E. Sanam, bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana, Dr. Herry Zadrak Kotta, mengunjungi mahasiswa KKN di Panti Sosial Karya Wanita Naibonat, Kabupaten Kupang pada Kamis 21 Agustus 2025.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Undana untuk menghadirkan pengabdian masyarakat yang inovatif dan bermanfaat.

Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Undana melaksanakan KKN di panti sosial tersebut. Selama berada di lokasi, mereka memanfaatkan lahan kosong untuk menanam berbagai tanaman produktif serta membangun sistem irigasi tetes.

Dalam kesempatan itu, Rektor Undana Prof. Maxs Sanam memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa. Menurutnya, KKN yang biasanya identik dengan kegiatan di desa kini berkembang menjadi lebih inklusif.

“Selama ini kita berpikir KKN itu basisnya di desa, namun unit-unit seperti panti sosial ini juga sangat penting. Ini sejalan dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), bahwa pembelajaran tidak hanya di kampus, tetapi juga bisa di desa, hutan, dan bahkan panti sosial,” ujar Prof. Maxs.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kontribusi nyata Undana di masyarakat.

“Ini sesuatu yang baik dan luar biasa. Ke depan, Undana akan tetap hadir di sini. Bahkan, kita akan dorong program KKN lintas prodi. Saat ini baru pertanian, nanti bisa juga peternakan. Semua ini membekali mahasiswa agar tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi bagaimana hidup untuk orang lain,” tambahnya.

Lebih jauh, Rektor menyebut pengabdian ini sebagai “mengabdi dalam diam”, karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat tanpa banyak publikasi.

“Cerita tentang Undana berdampak di masyarakat itu sangat rill, dan ini salah satu buktinya,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Herry Zadrak Kota mengungkapkan bahwa KKN ini memiliki makna historis, karena untuk pertama kalinya sejak Undana berdiri tahun 1962, kegiatan KKN dilakukan di panti sosial.

“Kita harus melihat langsung permasalahan sosial yang kompleks di sini, karena ini merupakan tempat rehabilitasi bagi perempuan korban masalah sosial. Kita melatih mahasiswa agar memiliki empati dan bisa mengenali persoalan sosial, sekaligus membantu kekurangan sumber daya di panti ini,” jelasnya.

Dr. Herry berharap, Program KKN di Panti Sosial Karya Wanita Naibonat ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Undana dan lembaga sosial. Langkah ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Perwakilan mahasiswa, Safira Kake, menyampaikan beberapa kegiatan yang mereka lakukan selama KKN.

“Kami membuat irigasi tetes untuk tanaman, membuat beberapa tempat sampah, papan nama, dan juga menanam tanaman hias yang kami dapat dari persemaian di Fatukoa,” jelasnya.

Kehadiran mahasiswa KKN ini disambut hangat oleh pihak panti. Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita Kupang, dr. Y. T. Kusumardhani, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Undana. Kehadiran anak-anak ini membawa energi baru. Mereka luar biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Panti Sosial, Theodorus Lasena, yang menyebut bahwa ini adalah pengalaman pertama panti sosial menerima mahasiswa KKN dari perguruan tinggi di Kupang.

“Kami senang sekali. Ini baru pertama kali ada mahasiswa KKN di sini. Kami berharap tahun-tahun mendatang Undana terus mengirim mahasiswa,” katanya.

Pihak panti juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Selama mereka di sini, kami bantu apa yang kami punya. Kami sediakan sumur dan dinamo agar mereka bisa mempercepat proses menanam,” tambah Theodorus.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Undana tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga agen perubahan sosial.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button