Bupati Akan Cetak Warga Bondowoso Menjadi Berkualitas dan Berkarakter

Beritaasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kali ini, Bupati KH. Abd. Hamid Wahid menegaskan akan berkomitmen membangun pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
“Saya mengajak seluruh insan pendidikan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Kita akan terus menjaga stabilitas dan kemajuan, khususnya di sektor pendidikan,” ajak Ra Hamid, sapaannya.
Menurutnya, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali arah dan tujuan pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang dilakukan dengan penuh ketulusan, kasih sayang, dan upaya menumbuhkan potensi terbaik setiap individu.
Pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan peradaban bangsa. Guru harus menanam nilai-nilai yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara pada murid-muridnya.
Melalui konsep among yang menekankan pada asah, asih, dan asuh sebagai landasan dalam proses pendidikan. Pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul, berdaya saing, serta berakhlak mulia.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis serta kreatif. Disamping itu, terdapat lima kebijakan strategis yang menjadi fokus pemerintah.
Yaitu pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, dan perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Diperlukan kolaborasi dan komitmen bersama agar pendidikan di Bondowoso semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang unggul,” tegasnya. Syamsul Arifin/Bernas



