Bupati Polman Dan Dinas Pendidikan Kompak: Kekerasan Guru Terhadap Murid Harus Disanksi Keras

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–Menyusul laporan dugaan kekerasan yang dilakukan seorang guru PPPK terhadap murid SD di Polewali Mandar, dua pejabat penting daerah akhirnya buka suara.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Rajab Patajangi,kompak mengecam keras tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polman, Andi Rajab Patajangi, memberikan komentar tegas dan pedas terkait insiden tersebut. Senin 25 November

Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap murid, baik dalam bentuk fisik maupun verbal.
“Saya tegaskan, kekerasan terhadap siswa baik fisik maupun verbal—TIDAK bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Sekolah adalah ruang aman, bukan tempat melampiaskan emosi. Kalau ada guru memukul murid, itu pelanggaran serius,” tegasnya. Saat ditemui diruang kerjanya.
Andi Rajab juga memastikan pihaknya akan segera turun tangan mengusut kasus ini.
“Kami akan segera menindaklanjuti. Tidak ada kompromi untuk pelanggaran yang merusak psikologis anak. Bila terbukti, tentu ada langkah tegas dari Dinas,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa peristiwa seperti ini tidak boleh dianggap remeh, sebab dapat berdampak besar pada perkembangan mental siswa.
Lanjut Kadis Pendidikan, Ia akan segera memanggil Oknum P3K dan Kasek, untuk dimintai klarifikasi atas kejadian tersebut
Jika ditemukan tindakan yang melanggat aturan akan ditindak tegas pemberian sanksi. Tegas Andi Rajab.
Senada Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud,yang dimintai tanggapannya terkait tindakan kekerasan tersebut.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan di sekolah adalah perilaku yang tidak dapat diterima, terlebih dilakukan oleh seorang pendidik. Tegas Bupati disela kunjungan kerjanya ke Dinas Pendidikan Polman bertepatan Hari Guru Nasional
“Guru itu pembimbing, bukan penghukum. Tidak ada yang dibenarkan dari tindakan kekerasan terhadap murid. Kalau ada yang melanggar, tentu harus diberi sanksi,” tegas Bupati. Kepada Media
Ia menyebut bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan lingkungan sekolah di Polman tetap aman, damai, serta mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak sekolah datang untuk belajar, bukan untuk ditakut-takuti. Kami tidak akan membiarkan kejadian seperti ini terulang,” tambahnya.
Ia meminta agar Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti atas dugaan tersebut, untuk menghindari kejadian yang berulang di dunia pendidikan di kab Polman. Tegas Bupati



