Nusa Tenggara Timur

Bupati TTU Dukung Penuh Proses Hukum Kasus dr. Icha

 

BeritaNasional.ID — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dr. Icha Pakenoni, tenaga medis yang selama ini mengabdikan diri melayani masyarakat di Kabupaten TTU.

Kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar bagi dunia kesehatan, terlebih di tengah keterbatasan jumlah dokter dan tenaga medis di wilayah tersebut.

Kasus yang menimpa dr. Icha mendapat perhatian luas masyarakat setelah muncul dugaan bahwa almarhumah mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi saat menjalankan tugas pelayanan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.

Dugaan tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan TTU, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang TTU, serta Badan Kehormatan DPRD TTU.

Menanggapi peristiwa tersebut, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo atau yang akrab disapa Falent Kebo, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat menyesalkan apabila dugaan intimidasi verbal maupun tekanan psikis terhadap tenaga kesehatan tersebut terbukti benar.

“Tenaga medis adalah garda terdepan pelayanan kesehatan yang wajib memperoleh perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas profesinya. Segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu independensi profesi kesehatan tidak boleh dibiarkan,” tegas Bupati.

Pemerintah Kabupaten TTU, lanjutnya, mendukung penuh langkah keluarga korban bersama aparat kepolisian dan kejaksaan dalam mengusut tuntas perkara tersebut.

“Kami mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Pemerintah tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum ataupun melecehkan martabat seorang tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah berkepentingan memastikan seluruh proses berjalan secara objektif, transparan, dan profesional demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus kepastian hukum bagi semua pihak.

Menanggapi desakan masyarakat agar oknum anggota DPRD yang disebut dalam laporan dr. Icha segera dijatuhi sanksi, Bupati menjelaskan bahwa kepala daerah tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada anggota legislatif.

Menurutnya, mekanisme penegakan kode etik terhadap anggota DPRD berada pada kewenangan Badan Kehormatan DPRD dan partai politik tempat anggota dewan tersebut bernaung. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan moral terhadap proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.

Peristiwa meninggalnya dr. Icha juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten TTU karena dikhawatirkan dapat memengaruhi semangat para dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengabdi di daerah tersebut.

“Kami sangat khawatir apabila kejadian ini menimbulkan rasa takut bagi dokter maupun tenaga kesehatan lainnya untuk bertugas di TTU. Padahal daerah ini masih sangat membutuhkan kehadiran tenaga medis. Karena itu, memberikan jaminan keamanan dan perlindungan hukum menjadi prioritas pemerintah,” kata Falent Kebo.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten TTU akan menggelar pertemuan bersama para dokter dan tenaga kesehatan guna memberikan penguatan psikologis sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan organisasi profesi kesehatan, aparat penegak hukum, serta berbagai lembaga terkait untuk menyusun mekanisme perlindungan yang lebih efektif bagi seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten TTU.

Di akhir pernyataannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan partai politik, serta seluruh lembaga negara untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang aman, saling menghormati, dan bebas dari segala bentuk intimidasi terhadap profesi pelayanan publik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar dr. Icha Pakenoni. Semoga almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” tutup Bupati*

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button