RagamSosialSulawesi

Dekranasda Buteng Ikut Serta dalam Expo Sultra

BERITANASIONAL.ID, BUTON TENGAH – Pada pelaksanaan ajang Sulawesi Tenggara Expo puluhan Stand menghadirkan karya-karya seni rupa, fashion, dan kuliner. Tahun ini Dewan Kerajinan nasional daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Buton Tengah (BUTENG) ikut membuka stand dengan memamerkan hasil-hasil karya kreatif Buton Tengah.

Keikutsertaan Dekranasda Buteng untuk menampilkan hasil kerajinan Tangan dari para pengrajin yang ada di Buteng khususnya tenun, yang bisa dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

Ketua Dekranasda Buteng ibu Hj. Jusniar, A.md.,Keb keikutsertaan Dekranasda Buteng dalam Sultra Expo ini untuk bisa memperkenalkan kerajinan-kerajianan tangan  dari Buton Tengah ke daerah lain sehingga bisa bersaing dengan daerah-daerah lain.

“Pengrajin yang ada di Buteng banyak khususnya di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka dan Kelurahan Lakorua, Desa Watorumbe, Desa Katukobari dan desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Mawasangka Tengah, sedangkan kuningan dari kecamatan Sangia Wambulu” Jelas Jusniar, saat di wawancarai media ini di Stand Pameran Buton Tengah, Kamis (01/07/2021)

“Dari kain tenun yang menggunakan mesin Gedokan sampai kerajinan cendera mata yang di hasilkan, bukan saja dari kalangan dewasa sampai anak-anak remaja juga banyak karya yang mereka hasilkan” Lanjut jusniar.

Sementara salah satu pengrajin yang sempat ikut dalam pameran Sultra Expo, Febrian Eki Putra biasa di panggil (Rian) pemilik salah satu brand Kamohu colection mengatakan bahwa pameran yang di tampilkan dari hasil kerajinan tangan kami untuk memperkenalkan ke banyak orang khususnya anak-anak remaja seperti syal, gantungan kunci, baju, tas yang memiliki motif kedaerahan dan masih banyak lagi karya lainnya

“Apalagi dalam pameran ini bertepatan dengan Munas Kadin indonesia dan lokasinya juga sama jadi lebih bagus lagi banyak pengusaha-pengusaha yang bisa singgah dan membeli karya-karya kami” Sambungnya

Kemudian pengrajin kain tenun kaamusi salah satu pemilik Brand, Nira Lakoo mengatakan kain tenun mereka lain dari pada yang lain setiap motif yang ada pada kain memiliki makna dan filosofi tersendiri.

“Dari kain tenun kami ini semua merupakan asli dari penenun lokal, dari motif kain ada nama masing-masing ada bunga tangan, motif songket, motif bunga pagar, dan yang tradisional motif sungki, motif perak, motif dalewa dan pewarna alam dan harganyapun beragam tergantung motifnya” . Pungkasnya.

Penutupan Sultra Expo dilaksanakan Jum’at malam 02/07/2021 pukul 19.00 WITA- selesai di pelataran Hotel Grand Claro Kendari. (Rudi ard)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button