Desa Gebangan Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Dana Desa Yang Transparan dan Akuntabel

BeritaNasonal.id, SITUBONDO – Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, mencatat prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan desa. Berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Situbondo tahun 2023, desa ini menjadi salah satu dari dua desa dengan temuan penyimpangan terkecil dari total 123 desa yang diaudit.
Atas capaian tersebut, Kejaksaan Negeri Situbondo memberikan penghargaan khusus kepada Desa Gebangan pada Agustus 2025 lalu.
“Penghargaan ini kami berikan kepada dua desa dengan temuan terkecil, masing-masing di bawah Rp1 juta berdasarkan hasil audit tahun 2023,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Situbondo, Huda Hazamal.
Kepala Desa Gebangan, Joko Sabar, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata karena kinerja kepala desa, melainkan hasil kerja kolektif seluruh perangkat dan masyarakat.
“Ini bukan akhir, tapi justru menjadi dorongan untuk terus belajar bagaimana mengelola uang negara dengan baik. Kami berterima kasih kepada Inspektorat dan Kejaksaan yang telah memberikan perhatian,” ujar Joko kepada wartawan, Kamis (4/9/2025).
Menurut Joko, sejak awal masa kepemimpinannya pada 2013, ia menekankan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam setiap aspek pemerintahan desa.
“Uang negara jangan sampai dibuat main-main. Semua harus terbuka. Apa yang menjadi keinginan masyarakat, harus benar-benar terealisasi,” ujarnya.
Selain mengutamakan transparansi, Joko Sabar juga menyebut bahwa perangkat desa di Gebangan diarahkan untuk bekerja secara profesional dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kesejahteraan perangkat tetap kami perhatikan, tapi harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Esensi utama seorang perangkat desa adalah melayani, bukan sekadar menerima honor besar,” ucapnya.
Meski meraih penghargaan, Joko tak menutup mata terhadap sejumlah persoalan yang masih dihadapi desanya, salah satunya terkait infrastruktur jalan. Ia menyebut jalan desa terus diperbaiki secara bertahap, namun beberapa jalan kabupaten yang melintasi wilayah desa kondisinya masih rusak dan memerlukan perhatian pemerintah daerah.
“Jalan-jalan kabupaten banyak yang berlubang. Harapan kami, ini bisa segera diperbaiki karena sangat berpengaruh pada mobilitas warga,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Joko juga mengungkapkan bahwa selama dua periode menjabat sebagai kepala desa, belum pernah menerima bantuan dari pihak legislatif.
“Selama saya menjabat, belum ada bantuan dari pihak legislatif. Tapi kami tetap berkomitmen memberikan yang terbaik dalam pembangunan,” katanya.
Meski demikian, ia berharap prestasi yang diraih desanya dapat menjadi contoh bagi desa lain sekaligus menjadi motivasi bagi kepala desa lain di Situbondo untuk terus berbenah.
“Kami berharap ada apresiasi yang lebih luas dari pemerintah kabupaten kepada desa-desa yang berhasil menjaga integritas dan pengelolaan keuangan yang baik,” pungkasnya.



