Dies Natalis ke-63 Undana, Wisuda Akbar dan Perpisahan Sang Rektor

BeritaNasional.ID, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) menorehkan sejarah baru dalam perayaan Dies Natalis ke-63 yang dirangkai dengan prosesi wisuda periode ketiga.
Sebanyak 2.063 lulusan dari berbagai jenjang resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung khidmat di Auditorium Graha Cendana. Momen ini menjadi semakin istimewa karena merupakan wisuda terakhir yang dipimpin oleh Rektor Prof. Maxs U.E. Sanam.
Sesi pertama wisuda yang digelar pada Senin, 1 September 2025 pukul 08.00 WITA mengukuhkan 1.031 lulusan, terdiri atas 3 wisudawan program Doktor, 47 Magister, 27 Profesi, dan 954 Sarjana. Sisa lulusan lainnya akan dikukuhkan pada sesi berikutnya.
Dalam pidato terakhirnya sebagai Rektor, Prof. Maxs Sanam menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan agar terus menjaga integritas dan membawa nama baik almamater.
“Bawa nama baik almamater dengan karya dan tindakan. Jaga integritas, karena Undana akan terus berkomitmen menjadi ruang pengembangan ilmu dan ruang kritis,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika dan alumni untuk merefleksikan perjalanan 63 tahun Undana yang telah menjadi kawah candradimuka generasi NTT.
“Perjalanan Undana selama 63 tahun adalah bukti nyata bahwa kampus ini terus bertumbuh, menyesuaikan diri, dan berdampak. Ini semua adalah kerja kolaboratif, maka pencapaian ini adalah milik kita semua,” ujarnya.
Lebih jauh, Rektor mengingatkan agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
“Kompetensi akademik saja tidak cukup. Lulusan Undana harus melengkapi diri dengan keterampilan komunikasi, kemampuan bekerja sama, kreativitas, dan semangat berkolaborasi. Dunia kerja sekarang menuntut adaptasi yang tinggi. Jangan hanya melamar pekerjaan, lihat peluang di sekitar kita, ciptakan usaha, dan kembangkan ide-ide kreatif,” tambahnya.
Pesan ini sejalan dengan sambutan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya penguasaan soft skill seperti disiplin, komunikasi, dan berpikir kritis.
“Undana bukan hanya pusat ilmu, tetapi benteng moral dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Slogan ‘Undana Unggul dan Berdampak’ harus diwujudkan dalam kualitas lulusan yang memberi dampak nyata bagi NTT dan Indonesia,” ungkap Johni.
Wagub juga mengajak lulusan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas sosial, menyikapi dinamika nasional yang belakangan diwarnai unjuk rasa.
“Demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara. Namun, lakukan secara damai, tertib, dan beradab tanpa mengorbankan stabilitas keamanan,” pesannya, sembari mengajak seluruh elemen untuk menggaungkan semangat ‘Ayo Bangun NTT’.
Dalam prosesi ini, Undana juga memberikan penghargaan kepada lima lulusan terbaik, salah satunya Afrinia Juita Nahak, S.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menyampaikan pidato penuh semangat:
“Hari ini adalah bukti perjalanan panjang yang penuh semangat dan komitmen. Mari kita jaga nama baik almamater dengan tindakan, serta menyuarakan kritik dengan cerdas dan dewasa,” ujarnya.*
(Alberto)



