Dinsos P3AKB Dampingi Pelaku dan Korban Penusukan
Pelaku Terpaksa Menusuk Korban Karena Tidak Kuat Selalu Dibuly

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Ungkapan ‘keselamatan manusian tergantung lisan’ sangat cocok jika disandingkan dengan kasus penusukan yang dilakukan oleh salah satu murid SMP pada teman sekolahnya.
Karena korban selalu membully ahirnya pelaku kehilangan kesabaran dan ahirnya pisau yang berbicara. Kejadian yang pertama terjadi pada tahun ajaran baru 2025/2026 tersebut mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) P3AKB Bondowoso, Anisatul Hamidah.
Ini wajar, karena Bondowoso baru saja naik kelas sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dari kelas Madya ke Nindya. Hanya tinggal 1 tingkat menuju puncak KLA, yaitu utama. Kasus penusukan yang dilakukan anak SMP, sedikit mencorangnya.
Menurut Anis, sapaan akrabnya, pihaknya telah melakukan asesmen bersama tim, berkoordinasi dengan pihak sekolah, serta bertemu dengan keluarga pelaku. Dari hasil pertemuan itu, diketahui bahwa pelaku memiliki kondisi sosial yang cukup memprihatinkan.
“Teman-teman sudah melakukan asesmen, diskusi, berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, dan bertemu dengan keluarga. Ternyata kondisi anak tersebut (pelaku) merupakan korban bullying daripada korban, itu menurut pengakuan dari keluarga,” ungkap Anis, Jumat (22/8/2025).
Anis menambahkan, pelaku merupakan anak yatim yang sehari-hari harus mengurus adiknya yang masih duduk di kelas V SD. Sementara sang ibu bekerja sejak pagi hingga malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
“Sehari-hari dia memasakkan untuk adiknya, sementara ibunya bekerja. Jadi kondisi anak ini sebenarnya sangat berat,” lanjutnya. Meski begitu, Anis menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian dan pendampingan baik kepada korban maupun terduga pelaku.
“Pada prinsipnya semua akan kita berikan pendampingan, baik korban maupun terduga pelaku,” tegasnya. Hingga kini, kasus penusukan tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian yang terus mendalami motif pelaku. (Syamsul Arifin/Bernas)



