Disnaker Provinsi Sumut Dinilai Lamban, Kasus Tenaga Kerja Pagoda Mas Tak Kunjung Selesai

BeritaNasional.ID, MEDAN SUMUT – Hampir dua tahun kasus tenaga kerja Pagoda Mas yang beralamat di Jalan Jurung, Medan Area yang ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum ada tanda-tanda akan tuntas. Bahkan sudah RDP ke DPRD Kota Medan itu pun sama juga.
Pihak media pada Rabu, (19/06/2024) mewawancarai salah satu tenaga kerja berinisial AW (42) menyampaikan persoalan mereka yang tidak tuntas, dimana masalah seperti upah dibawah UMR, lembur, hari libur, THR, jam kerja dan cuti semuanya dilanggar pihak perusahaan Pagoda Mas.
“Dari pihak Disnaker Provinsi Sumut yang diwakili oleh bidang pengawas yaitu ibu Rohani yang menjadi perwakilan selama ini dianggap oleh tenaga kerja Pagoda Mas sangat kurang sekali dalam menjalankan tugasnya bahkan terkesan kurang peduli dan seperti ada pembiaran terhadap masalah yang sedang dihadapi,” kata AW.
AW mengungkapkan, bahkan apa yang seharusnya diketahui oleh tenaga kerja terkesan tidak peduli.
“Terkesan seperti bola, dilempar kesana kemari. Sebab pada Minggu lalu saat kami ketemu ibu Rohani, ibu tersebut bilang urusannya ke Disnaker kota Medan dan ketika kami ke Disnaker kota Medan, Pihak Disnaker Kota Medan bingung sebab kasus sudah di RDP kan di DPRD tetapi belum selesai dan pihak Disnaker Kota Medan berkata bahwa harus ada surat pelimpahan dari Disnaker Provinsi ke Disnaker Kota Medan,” ungkapnya.
“Kemudian pada Rabu pagi sekitar jam 10.30 WIB kami menemui Ibu Rohani untuk meminta surat pelimpahan kasus ke Disnaker Kota Medan, tapi kenyataannya beliau mengatakan tidak bisa mengeluarkan surat tersebut, tapi ke ASLI (Aliansi Serikat Pekerja Indonesia) yang sudah tidak berhubungan lagi dengan pihak tenaga kerja,” ujar AW.
Oleh karena itu, AW mengatakan sebagai anak bangsa yang tidak punya kemampuan apa-apa dipermainkan seperti ini.
“Untuk itu melalui media ini kami mohon kepada Pemerintah Daerah agar persoalan kami ini bisa dituntaskan dan kepada pihak-pihak yang mempermainkan kami agar dapat ditindak tegas, agar jangan ada lagi kasus seperti yang kami alami ini,” katanya. (Tim/Bernas)



