DPRD Kota Probolinggo Awasi Ketat Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar, Jangan Ulangi Kegagalan Tahun Lalu

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – DPRD Kota Probolinggo memberikan perhatian serius terhadap proyek penataan pedestrian di Jalan Tjokroaminoto sisi barat yang menelan anggaran sebesar Rp4,8 miliar. Dewan meminta pelaksanaan proyek tersebut diawasi secara ketat agar tidak mengulang persoalan proyek fisik tahun sebelumnya yang berujung pada pemutusan kontrak.
Sorotan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Senin (29/6).
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, menegaskan seluruh proyek strategis yang dibiayai APBD harus mendapat pengawasan sejak awal hingga selesai. Menurutnya, proyek bernilai miliaran rupiah menjadi perhatian masyarakat sehingga kualitas pekerjaan, progres pelaksanaan, dan ketepatan waktu penyelesaian harus benar-benar dijaga.
“Jangan sampai persoalan proyek fisik yang pernah terjadi kembali terulang. Semua harus diawasi secara serius karena ini menyangkut uang rakyat dan menjadi perhatian masyarakat,” tegas Muchlas.
Selain proyek pedestrian Jalan Tjokroaminoto, Komisi III juga memberikan perhatian terhadap sejumlah proyek strategis lainnya, seperti pembangunan Gedung DPRD, Rumah Dinas Wakil Wali Kota, penataan Alun-Alun Kota Probolinggo, hingga pembangunan Sekolah Rakyat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPUPRPKP Kota Probolinggo, Gofur Effendi, menjelaskan bahwa anggaran Rp4,8 miliar tidak hanya digunakan untuk mempercantik trotoar. Sebagian besar pekerjaan justru difokuskan pada pembenahan sistem drainase bawah tanah yang selama ini dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.
Menurutnya, saluran drainase lama akan diganti menggunakan sistem U-ditch bertumpuk berkapasitas lebih besar. Setelah pekerjaan drainase selesai, pembangunan pedestrian akan dilanjutkan dengan pemasangan batu granit di atas konstruksi box culvert beton.
“Kami tidak sekadar membangun trotoar. Yang dibenahi terlebih dahulu adalah saluran drainasenya agar persoalan genangan air bisa diminimalkan,” ujar Gofur.
Ia mengakui proyek sempat mengalami keterlambatan pada tahap awal akibat penyesuaian harga material sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, pihaknya memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu target penyelesaian pekerjaan.
Ke depan, penataan Jalan Tjokroaminoto akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pekerjaan mencakup sepanjang kurang lebih 200 meter. Sementara penataan lanjutan hingga sisi selatan sepanjang sekitar 1,3 kilometer direncanakan masuk dalam program pembangunan pada tahun berikutnya.
DPRD Kota Probolinggo menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan benar-benar menghasilkan infrastruktur berkualitas, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi solusi atas persoalan drainase yang selama ini menjadi salah satu titik lemah di kawasan pusat Kota Probolinggo.



