Edi Firman Apresaisi Kinerja Pj Bupati Bondowoso

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Kinerja seseorang dinilai sukses apabila mendapat penilaian dari pihak ekternal. Apalagi yang memberikan penilaain adalah orang yang berpendidikan.
Kinerja Pj Bupati Bondowoso, Hadi Wawan juga tidak luput dari penilaian secara non formal. Walaupun secara regulative, Hadi, sapaannya, secara berkala kinerjanya dinilai oleh Kemendagri. Kali ini yang memberikan penilaian adalah seorang advokat professional, Edi Firman, SH.
Edi, sapaannya, memfokuskan penilaiaannya pada penggunaan APBD oleh Hadi. Karena segmen ini, merupakan factor substantive, apakah seorang pengambil kebijakan bekerja sesuai Tsusinya, atau hanya sekedar pencitraan.
“Saya selama ini memang sedang mencermati postur APBD Bondowoso sejak tahun 2018 hingga sekarang. Sebagai refleksi atas kepemimpinan Bupati sampai saat ini. Tidak ada muatan politis dalam penilaian ini, karena saya bukan politisi,” jelasnya.
Edi mengatakan, pada tahun 2018, APBD Bondowoso mencapai Rp 2.171.884000.000,00. Dan pada tahun 2019 naik menjadi Rp 2.347.363.000.000,00. Dua tahun kemudin, CoViD menyerang dunia, termasuk Bondowoso.
Sehingga, lanjutnya, APBD Bondowoso, perrsisnya tahun 2020 mengalami penurunan menjadi Rp 2.080.379.000.000,00, dan pada tahun 2021 merangkak naik menjadi Rp 2.124.770.000.000,00.
Ditambahkan pada tahun 2022, APBD Bondowoso mulai normal dengan nilai Rp 2.116.269.000.000,00. Setelah Bupati bekerja extra keras ahirnya pada tahun 2023, APBD tembus Rp 2.237.267.000.000,00.
Sungguh sangat tragis pada tahun 2024, APBD Bondowoso turun menjadi Rp 2.160.302.000.000,00 Periode tersebur yang menjadi Pj Bupati adalah Drs. H. Bambang Soekwanto, MM. Kemudian dalam P-APBD, Pj diganti Wawan Hadi dan APBD naik menjadi Rp 2.254.531.136.000,00.
“Ini kan yang berprestasi Pj Bupati Wawan. APBD naik atas prestasi Wawan. Tapi kalau diklaim, ini atas kinerja Bambang, sapaanya, faktanya yang tanda tangan dalam P-APBD adalah Wawan,” jelasnya.
Sama saja, lanjutnya, dengan klaim program yang dilaksanakan Bambang, itu kan sebenarnya kinerja Bupati sebelumnya, Drs. KH. Salwa Arifin. Cek tabel APBD dari tahun ke tahun. Kalau tahun ini tertinggi, berarti APBD kita naik.
Tapi kalau ada yang lebih tinggi dari tahun ini, kan berarti APBD kita turun. Terkait data APBD ini, masyarakat Bondowoso menilai, Pj lokal (Bondowoso) kalah prestasinya dengan Pj pendatang (Wawan Hadi) dan Edi mengapresiasinya. (Syamsul Arifin/Bernas)



