Empat Kandidat Rebut Kursi Rektor, Siapa yang Layak Pimpin Undana?

BeritaNasional.ID, KUPANG — Tahapan pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) memasuki babak baru setelah Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof. Simon Sabon Ola, mengumumkan bahwa empat bakal calon rektor resmi dinyatakan sah.
Keempat nama tersebut adalah Prof. Malkisedek Taneo, Prof. Jefri Bale, Prof. Apris Adu, dan Dr. Hamza Wulakada. Penetapan ini dilakukan setelah seluruh berkas administrasi mereka diverifikasi lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dokumennya lengkap dan sah, sehingga tidak ada lagi perpanjangan waktu pendaftaran. Masa perpanjangan yang sebelumnya disediakan tidak dimanfaatkan, sehingga kami tidak memperpanjang lagi,” jelas Prof. Simon kepada Bernas Network, Rabu 3 September 2025.
Dengan kelengkapan berkas tersebut, proses pemilihan kini berlanjut ke tahap penyaringan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 September 2025. Tahapan ini akan menyisakan tiga nama calon rektor yang akan diajukan ke Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk proses pemilihan bersama.
Sebelum penyaringan dilakukan, seluruh berkas calon harus sudah sampai di Jakarta pada 17 September 2025.
Mekanisme penyaringan mengacu pada Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 yang memperbolehkan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat. Namun, menurut Prof. Simon, tradisi di Undana selama ini selalu menggunakan sistem voting.
“Voting ini nantinya bisa dihadiri oleh pejabat dari Kementerian, tetapi mereka tidak memiliki hak suara. Hasil voting akan menentukan tiga nama yang maju ke tahap pemilihan bersama Menteri,” ungkapnya.
Setelah tiga nama tersebut diserahkan, tahap pemilihan final bersama Menteri akan dilaksanakan antara awal Oktober hingga satu minggu sebelum masa jabatan rektor yang sekarang berakhir.
Dalam pemilihan tersebut, suara Menteri memiliki bobot 35 persen, sedangkan suara keseluruhan Senat memiliki bobot 65 persen.
“Misalnya yang hadir 50 anggota senat, maka suara Menteri dihitung berdasarkan persentase, bukan jumlah kehadiran total,” jelas Prof. Simon.
Dengan empat nama besar yang kini resmi bersaing, perhatian publik Undana dan NTT tertuju pada tahapan berikutnya.
Pertarungan gagasan, integritas, dan visi misi dipastikan akan mewarnai pemilihan rektor yang menentukan arah kampus negeri terbesar di Nusa Tenggara Timur ini.*
(Alberto)



