FKIP Undana Terima Kunjungan SMAN 2 Kupang, Prof. Taneo: Guru Adalah Panggilan Hati

BeritaNasional.ID, KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima kunjungan rombongan peserta didik dari SMA Negeri 2 Kupang pada Selasa 21 Oktober 2025. Rombongan yang terdiri atas para siswa dan guru pendamping ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Kupang, Yana Mage.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo, bersama Wakil Dekan II, Jakobis Messakh, di Aula Senat FKIP Undana. Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan inspirasi, diwarnai dengan dialog terbuka antara pimpinan fakultas dan para siswa.
Dalam sambutannya, Prof. Malkisedek Taneo mengawali dengan ungkapan syukur atas kunjungan tersebut.
“Atas nama pimpinan fakultas, saya menyampaikan selamat datang di FKIP Undana — rumah kita bersama,” ujarnya.
Menurut Dekan, FKIP Undana merupakan fakultas yang memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas, sekaligus menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa terbesar di lingkungan Universitas Nusa Cendana.
“FKIP ini adalah fakultas yang seksi, karena mahasiswanya paling banyak di seluruh kampus Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Taneo menegaskan bahwa profesi guru merupakan panggilan mulia dan fondasi utama bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Dari FKIP inilah kita mendidik mahasiswa menjadi guru, dan dari tangan para guru inilah lahir anak-anak bangsa yang hebat. Guru itu bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah profesi dan panggilan hati,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Dekan FKIP juga berbagi pandangan tentang pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia mengingatkan para siswa agar cermat dalam memilih kampus dan program studi yang memiliki izin operasional resmi dan akreditasi yang baik.
“Jangan sampai memilih program studi yang belum memiliki izin operasional atau sudah kedaluwarsa. Persaingan antarperguruan tinggi kini sangat ketat, maka kualitas harus jadi pertimbangan utama,” ujarnya.
Prof. Taneo juga menyinggung tentang seleksi masuk Undana yang semakin kompetitif. Menurutnya, dari kuota sekitar 2.100 mahasiswa baru tahun 2025, FKIP hanya menerima sekitar 1.700-an orang dengan pertimbangan mutu.
“Kami tidak menurunkan standar hanya untuk memenuhi kuota. FKIP berkomitmen menjaga kualitas agar tetap menjadi fakultas unggulan,” jelasnya.
Ia kemudian memotivasi para siswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik sebagai bekal menuju jenjang pendidikan tinggi.
“Kalau sekarang nilai kalian 90, maka semester berikutnya harus naik, bukan turun. Itu tanda komitmen dan semangat belajar,” pesannya.
Prof. Taneo juga mengungkapkan bahwa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi salah satu yang paling diminati di FKIP Undana.
“Kuota PGSD hanya 150 orang, tapi pendaftarnya bisa mencapai 8.000 hingga 10.000 orang setiap tahun. Artinya, persaingan sangat ketat, sehingga kalian harus benar-benar mempersiapkan diri,” katanya.
Prof. Taneo berpesan agar para siswa SMAN 2 Kupang menjaga komitmen dan nilai-nilai integritas dalam menempuh pendidikan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga karakter, dan tanamkan cita-cita menjadi pendidik yang membawa perubahan. FKIP selalu terbuka menjadi rumah bagi siapa pun yang memiliki semangat untuk mengabdi melalui pendidikan,” pungkasnya.
Kepala SMAN 2 Kupang, Yana Mage, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada para siswa, khususnya mereka yang berasal dari wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menurutnya Yana, sebagian besar siswa di sekolahnya memiliki cita-cita menjadi tenaga pendidik di daerah asal mereka.
“Sebagian besar anak-anak kami berasal dari wilayah 3T, sehingga orientasi mereka memang lebih dominan untuk melanjutkan pendidikan di bidang keguruan. Kami ingin mereka mengenal langsung dunia kampus, khususnya FKIP Undana yang menjadi tujuan utama mereka,” ujarnya.
Ia menuturkan, kunjungan ke FKIP Undana kali ini merupakan kunjungan kedua dari SMAN 2 Kupang. Pada kunjungan sebelumnya, sekitar 80 persen siswa diterima di FKIP Undana, baik melalui jalur reguler maupun beasiswa.
“Salah satu perguruan tinggi yang banyak memberikan kesempatan beasiswa kepada siswa kami adalah Undana. Karena itu, kami membawa mereka untuk bertemu langsung dengan ‘penutur pertama’, yaitu Bapak Dekan FKIP dan jajarannya, agar mereka lebih memahami peluang dan tantangan dunia pendidikan tinggi,” tambahnya.
Menurut Yana, pengalaman langsung mengunjungi kampus menjadi motivasi besar bagi para siswa untuk menata masa depan mereka.
Selain mengenal lingkungan akademik, para siswa juga diajak memahami pentingnya peran guru dalam membangun sumber daya manusia di daerah 3T.
“Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka bisa berbagi pengalaman dan ilmu yang diperoleh hari ini. Kami ingin mereka membawa semangat belajar dan menjadi inspirasi bagi teman-teman di kampung halaman,” tuturnya.
Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan FKIP Undana dan SMAN 2 Kupang, disertai semangat kebersamaan dan harapan agar para siswa kelak dapat melanjutkan pendidikan di kampus kebanggaan masyarakat NTT tersebut.*
Alberto



