ACEH

FMPK dan LAKI Galus Minta Aparat Hukum Secepatnya Tuntaskan Kasus Pemukulan Wartawan Deliknews

image_pdf

BeritaNasional.ID-Gayo Lues- Syafarudin Telpi, Ketua Forum Masyarakat Pembela Kebenaran (FMPK) meminta aparat hukum Gayo Lues secepatnya mengungkap kasus pemukulan terhadap Ali Sadikin, Wartawan Deliknews yang saat ini bertugas di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Penyerangan dan pemukulan itu terjadi Sabtu malam sekira pukul 22:30 WIB tepatnya di Warung Alpacam, Simpang Rikit pada tanggal 31 Agustus 2019.

“Saya¬†minta kepada aparat hukum Gayo Lues untuk secepatnya menuntaskan kasus pemukulan tersebut, serta mengungkap pelaku dan dalang dibalik peristiwa tersebut,” kata Safarudin Telpi, Jum’at (06/09/2019).

Dikarenakan, duganya pemukulan tersebut erat kaitannya dengan pemberitaan-pemberitaan sejumlah kasus yang di beritakan Ali Sadikin selama ini.

Ketua FMPK ini juga menyampaikan, jika kasus ini berlarut-larut dia dan sejumlah rekan-rekan wartawan serta LSM lainnya akan melakukan audiensi dengan aparat penegak hukum setempat.

Ditempat terpisah, Muslim Barus, salah satu Wartawan Media Online Kabupaten Gayo Lues, juga meminta kasus ini untuk segera diungkap agar persoalan pemukulan terhadap salah satu awak media tersebut tidak terjadi lagi terhadap para jurnalis.

“Serta tidak terulang lagi pada awak media maupun penggiat LSM yang ada di Kabupaten Gayo Lues,” katanya.

Hampir senada, Hendra, Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Gayo Lues ini juga menyampaikan, keperihatinan terhadap kejadian yang dialami salah satu wartawan Gayo Lues yang dia anggap kritis tersebut.

Hendra juga turut menyayangkan sikap Humas Pemda Gayo Lues, ditengah kasus pemukulan terhadap Ali Sadikin, humas mengeluarkan somasi mengenai salah satu pemberitaan Ali Sadikin yang tayang di Deliknews dengan judul “LAI Menduga Fee Proyek di Galus Capai 10 hingga 20 Persen.”

Disini jelas Hendar, wartawan merupakan mitra dekat LSM, dan dalam pemberitaan ini, somasi juga disampaikan kepada sumber dari berita tersebut, yakni Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Gayo Lues atas nama Firman.

Hendra juga mengaku sudah melihat somasi tersebut, apalagi dirinya merupakan ketua Aliansi LSM se-Kabupaten Gayo Lues. Hendra menyampaikan tertantang dengan isi somasi, bahwa wartawan dan LSM tersebut harus membuktikan kebenaran terkait pemberitaan tersebut. Disampaikan, pihaknya bersama-sama akan turun mencari fakta.

“Jika terkait, rahasia umum atau lebih dikenal dengan fee proyek ini, harus dibuktikan,” tegas Hendra.

Hendra, berharap tidak ada upaya-upaya pembungkaman dari pihak-pihak tertentu terhadap wartawan maupun LSM yang melakukan kontrol sosial.

Sementara, Kopolres Gayo Lues melalui Kasat Reskrim, Iptu Abdul Hamid, saat dikonfirmasi wartawan, menyampaikan dalam waktu dekat akan memberikan keterangan terkait pemukulan Wartawan Media Online tersebut.(Abu Bakri)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close