Daerah

Gempa Disertai Hujan Dan Angin Aliran Kepercayaan Kab Mamasa Gelar Spritual ” Massuru’ Lembang “

image_pdf

Berita Nasional.id.Mamasa Sulbar — Bertempat di Desa Sasakan Kecamatan Sumarorong, Kab. Mamasa Jumat (09/11) Segenap Tokoh Komunitas Aliran Kepercayaan (Aluk Todolo) menggelar ritual Memala’ (Memohon-red). Hal tersebut dilakukan oleh Para Tetuah Aliran Kepercayaan (Aluk Todolo). Memala’ dalam Bahasa Indonesia adalah Memohon dan Meminta Pertolongan Tuhan (Batara lolo) agar segenap masyarakat kabupaten Mamasa di jauhkan dari segala Marah Bahaya , seperti diketahui bahwa beberapa Hari terakhir ini Mamasa dilanda Gempa Bumi yang membuat panik dan trauma terhadap masyarakat Kab. Mamasa sehingga mengakibatkan ribuan warga Mamasa mengungsi mengamankan diri.

Dari kejadian gempa yang hampir setiap hari dirasakan ditambah dengan curah hujan yang tinggi maka segenap Perwakilan Aliran Kepercayaan yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Mamasa berkumpul menggelar
Ritual ” MEMALA MASSURU’LEMBANG”. dalam ritual “Memala” Komunitas Aliran Kepercayaan menyembelih hewan berupa Babi dan Ayam. Babi dan Ayam yang digunakan dalam Ritual ini bukan Sembarang Hewan , Seperti halnya Binatang Babi yang digunakan dalam ritual ini yakni babi yang warna Bulunya Putih Kemerah merahan , diyakini oleh aliran kepercayaan disebut Bai Bulan , selain babi Komunitas ini juga menggunakan 3 ekor Ayam yang memiliki warna bulu yang berbeda. Ke 3 ekor Ayam tersebut yakni Manuk Lea (Ayam Merah) Manuk Bolong (Ayam Hitam) dan Manuk Rame (Ayam yang bulunya Bercampur hitam merah dan Cokelat).

Sumar Patodingan Salah Seorang Pengurus Aliran Kepercayaan kepada JOIN mengatakan, Ritual MEMALA’ MASSURU’ LEMBANG (Berdoa Memohon Pengampunan) dilakukan sebagai bentuk permohonan Maaf sekaligus permohonan Ampun Kepada Sang Pencipta jika selama ini ada warga Kabupaten Mamasa yang melakukan Kesalahan dan Pelanggaran,sehingga TUHAN menegur Hambanya melalui Alam, Cuaca dan Lainnya jelas Sumar Patodingan lebiah lanjut Sumar menjelaskan Aliran Kepercayaan menggelar Ritual Seperti ini merupakan Tradisi Nenek Moyang mereka yang tetap dipelihara secara Turun Temurun , Sumar juga mengatakan bahwa, kadang Ritual Seperti ini oleh Orang lain dianggap sesuatu yang tidak Benar, namun dalam Komunitas Kami, Ritual seperti ini kami yakini menjadi DOA terbaik agar segenap Kita di hindarkan dari segala marah bahaya. Kata Sumar Patodingan.
Ritual “Memala’ MASSURU” LEMBANG” di Laksanakan di Daerah Bobong Batu dan Dihadiri Ratusan Anggota dan Pengurus Aliran Kepercayaan. Ritual Seperti ini dipimpin oleh Seorang Pendeta oleh aliran kepercayaan disebut TOMMAMMANG alias Pemimpin Ibadah.
Semoga Ritual yang kami gelar hari ini di terima oleh sang pencipta agar Kedamaian dan Ketenagan di Bumi Kondosapata’ (MAMASA) dapat terwujud ucap Samar Patodingan .
( Join DPD Mamasa)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close