Hubungkan Ujung Jawa hingga Bali, Tol Prosiwangi Siap Beroperasi, Dongkrak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

BeritaNasional.ID, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), terus mempercepat penyelesaian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I ruas Gending–Besuki. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini digadang-gadang menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda sekaligus memperkuat konektivitas antara Pulau Jawa dan Bali.
Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah selesai 100 persen serta mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
Sementara itu, Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,60 kilometer juga telah menyelesaikan seluruh pekerjaan jalan utama sejak April 2026. Saat ini, proyek memasuki tahap akhir berupa penyelesaian administrasi dan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum resmi dibuka untuk masyarakat.
Sebelumnya, ruas tol ini telah dibuka secara fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dalam periode 13–29 Maret 2026, jalan tol tersebut melayani sebanyak 226.028 kendaraan, atau sekitar 12 persen lebih tinggi dibandingkan proyeksi lalu lintas sebesar 201.407 kendaraan. Tingginya angka tersebut menjadi bukti besarnya kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran Tol Prosiwangi.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pembangunan Tol Prosiwangi tidak hanya menghadirkan infrastruktur transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, jalan tol ini akan menjadi jalur utama distribusi berbagai komoditas unggulan di kawasan Tapal Kuda, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga produk UMKM. Dengan waktu distribusi yang lebih singkat, akses pasar menjadi semakin luas dan biaya logistik dapat ditekan.
Selain sektor ekonomi, Tol Prosiwangi juga diproyeksikan meningkatkan akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pasir Putih Situbondo, hingga kawasan wisata Banyuwangi.
Dari sisi mobilitas, kehadiran jalan tol ini akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam diperkirakan hanya membutuhkan sekitar satu jam 15 menit. Sementara perjalanan menuju Banyuwangi yang biasanya mencapai lima jam dapat ditempuh sekitar tiga jam.
Keberadaan Tol Prosiwangi juga diyakini akan mempercepat distribusi logistik menuju kawasan industri Paiton dan Pelabuhan Ketapang sebagai pintu utama penyeberangan Jawa–Bali. Efisiensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus menarik investasi baru di wilayah timur Jawa Timur.
Tak hanya itu, pembangunan jalan tol juga memicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang koridor tol. Berbagai fasilitas pendukung seperti rest area, hotel, pusat layanan, hingga kawasan komersial di sekitar simpang susun mulai berkembang dan membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga kerja lokal.
Jasa Marga menegaskan setiap proyek jalan tol yang dikelolanya diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, pengembangan sektor pariwisata, penguatan UMKM, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan Tol Prosiwangi akan menjadi jembatan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Proyek ini melengkapi jaringan jalan tol dari Jakarta hingga ujung timur Pulau Jawa sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rivan.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, Jalan Tol Prosiwangi diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah timur Pulau Jawa dengan meningkatkan efisiensi logistik, mempercepat arus barang dan jasa, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.



