Daerah

Inspeksi Gudang Bulog, Dandim 0823/Situbondo Pastikan Penyerapan Gabah Optimal Untuk Ketahanan Pangan Nasional

BeritaNasional.id, SITUBONDO JATIM – Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait penyerapan gabah guna memperkuat ketahanan pangan nasional, Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf. Alexander Arung Bua, S.E., melakukan inspeksi langsung ke dua gudang Bulog di wilayah Kabupaten Situbondo pada Senin. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi serta kualitas beras yang akan disalurkan kepada masyarakat. Senin (17/02/2025).

Dandim bersama rombongan mengunjungi Gudang Bulog di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, serta Gudang Bulog di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, yang merupakan bagian dari Komplek Gudang Bulog Kantor Cabang Bondowoso. Kedatangan ini disambut langsung oleh pihak Bulog setempat serta perwakilan kelompok tani yang selama ini menjadi mitra Bulog dalam penyerapan gabah hasil panen.

Dalam inspeksi tersebut, Letkol Inf. Alexander Arung Bua meninjau secara langsung kondisi stok gabah dan beras yang tersimpan. Selain itu, ia memastikan kesiapan Bulog dalam menyerap hasil panen petani sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait ketahanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa serapan gabah dari petani berjalan optimal dan sesuai dengan standar yang ditentukan,” ujar Dandim kepada awak media.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif TNI dalam mengawal program ketahanan pangan, mengingat sektor pertanian adalah salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional. Sinergi antara TNI AD, Bulog, dan para petani diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem pangan di Kabupaten Situbondo dan sekitarnya.

Dalam kesempatan ini, Dandim juga berdialog langsung dengan petani setempat, mendengarkan keluhan serta aspirasi mereka terkait harga gabah, distribusi, hingga kesejahteraan petani.

“Kami berharap dengan adanya penyerapan gabah yang maksimal, kesejahteraan petani dapat meningkat. Jangan sampai hasil panen mereka tidak terserap dengan baik atau mengalami kendala dalam distribusi,” tambahnya.

Para petani menyambut baik upaya yang dilakukan oleh TNI AD dalam memastikan harga gabah tetap stabil dan layak bagi mereka. Salah satu perwakilan petani dari Kecamatan Kendit, Sutarman (52 tahun), mengungkapkan bahwa perhatian dari pemerintah dan TNI sangat penting bagi keberlangsungan hidup mereka.

“Dengan adanya pengawasan langsung seperti ini, kami merasa lebih tenang. Setidaknya ada kepastian bahwa hasil panen kami benar-benar akan terserap oleh Bulog, sehingga kami tidak perlu khawatir soal harga jatuh atau tidak laku di pasaran,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Bulog yang turut mendampingi inspeksi ini menegaskan bahwa pihaknya siap untuk menyerap gabah dari petani dengan kapasitas yang lebih besar. Menurutnya, tahun ini pemerintah telah meningkatkan target serapan gabah guna memastikan stok cadangan beras nasional tetap terjaga dengan baik.

“Kami di Bulog selalu berupaya mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Gudang-gudang kami siap menampung lebih banyak gabah, dan kami juga terus meningkatkan standar kualitas agar beras yang sampai ke masyarakat tetap terjaga mutunya,” ujar Kepala Cabang Bulog Bondowoso, Mulyanto.

Ia juga menambahkan bahwa distribusi beras dari gudang Bulog ke berbagai daerah di Jawa Timur berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti.

Pengecekan langsung yang dilakukan oleh Dandim 0823/Situbondo ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret dukungan TNI terhadap ketahanan pangan nasional, terutama dalam memastikan serapan gabah yang maksimal dari petani ke Bulog.

Dengan komitmen kuat dari TNI, pemerintah daerah, Bulog, serta para petani, diharapkan Situbondo dapat menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, pengawasan yang ketat terhadap distribusi beras juga menjadi bagian dari upaya untuk mencegah terjadinya kelangkaan atau spekulasi harga di pasar.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas pangan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button