Daerah

Ketua BPD Desa Wonokoyo Bantah Oknum BPD Ikut Andil Pembelian Masker

BeritaNasional.ID, SITUBONDO – Terkait pemberitaan di salah satu Media Online, yang menduga oknum anggota BPD Desa Wonokoyo telah ikut andil dalam pengadaan masker dibantah keras oleh Ketua BPD Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (16/5/2020).

Menurut Ketua BPD Ainur Rafiq mengatakan bahwa, pada pemberitaan di salah satu Media Online yang menjelaskan oknum anggota BPD Desa Wonokoyo diduga telah ikut andil dalam pengadaan masker, itu tidak benar.

“Dengan adanya pemberitaan disalah satu Media Online yang mengatakan Oknum anggota BPD ada dugaan patgulipat tentang pengadaan pembelian masker di Desa Wonokoyo Tgl 07/05/2020. Saya selaku Ketua BPD Desa Wonokoyo sangat terkejut dan tidak membenarkan atas pemberitaan tersebut,” ucap AInur Rafiq.

Namun, lanjut Ketua BPD, pemberitaan tersebut berawal dari narasumber salah satu oknum LSM di Kabupaten Situbondo.

“Ketika kami mengklarifikasi dirapat BPD, tdk ada oknom anggota BPD yg ikut-ikutan proyek pengadaan masker, dan kepastian harga masker Rp. 10.000 yang diungkapkan oleh narasumber dari oknum LSM itu tidak benar,” lanjutnya.

Bukan hanya itu saja yang dikatakan Ainur Rofiq, ketua BPD ini juga menjelaskan bahwa, menurut Informasi, harga masker bervariasi, yaitu, dari harga Rp.7.000, Rp.10.000 dan Rp. 15.000, pada saat dugaan muncul itu dikira pembelian masker Rp.10.000, padahal harga masker tidak demikian. Pada tgl 12/04/2020 Pukul 19.00 wib, pemerintah desa wonokoyo mengadakan rapat, yang dihadiri oleh semua anggota BPD. inti acara itu adalah, membahas perlengkapan pencegahan covid-19 salah satunya pembahasan pembelian masker.

“Jadi, dugaan atas oknum anggota BPD ikut andil dalam pengadaan masker yang telah diberitakan oleh salah satu Media Online dan oknum LSM sebagai narasumber itu tidak benar, menurut saya, pemberitaan tersebut sepihak, intinya, tidak konfirmasi dulu kepada oknum BPD tersebut,” sambungnya.

Ketua BPD juga menerangkan bahwa, pemberitaan yang di maksud dan telah di tulis oleh salah satu Media Online sempat di hapus, namun pada tanggal 9, Mei 2020, berita tersebut terbit kembali dengan judul yang sama tapi naskahnya berbeda.

“Dengan adanya pemberitaan itu, hasil dari rapat kelembagaan BPD, nantinya kami akan mengundang narasumber oknum LSM tersebut, untuk mengklarifikasi atas statemannya,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close