Kriminalitas Naik, Kasus Narkoba Turun: Evaluasi Kinerja Polres Probolinggo Kota Sepanjang 2025

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo Kota menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 untuk memaparkan capaian kinerja serta perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama setahun terakhir. Hasil evaluasi menunjukkan dinamika signifikan, mulai dari peningkatan kriminalitas, penurunan kasus narkoba, hingga tren positif pada angka kecelakaan lalu lintas. Senin (29/12/25).
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) mencatat kenaikan jumlah laporan polisi (crime total) sebesar 14,2 persen. Jika pada 2024 tercatat 183 kasus, maka pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 209 kasus. Meski demikian, tingkat penyelesaian perkara tetap tinggi, bahkan mencapai 120,1 persen.
Adapun tiga jenis kejahatan yang paling menonjol selama 2025 meliputi kasus pencurian sebanyak 33 perkara, penganiayaan 32 perkara, serta kasus perlindungan anak sebanyak 30 perkara.
Polres Probolinggo Kota juga menyoroti sejumlah kasus yang sempat menyita perhatian publik. Di antaranya ledakan bahan peledak (bondet) di Kecamatan Sumberasih yang menelan korban jiwa pada Januari 2025, kasus kekerasan seksual di Kecamatan Wonoasih pada Maret 2025, pembuangan bayi di Sumberasih pada September 2025, serta kasus pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia di Gili Ketapang pada November 2025.
Sementara itu, kinerja Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) menunjukkan tren positif. Jumlah kasus peredaran narkotika mengalami penurunan sebesar 12,35 persen, dari 81 kasus pada 2024 menjadi 71 kasus pada 2025. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 1.234,61 gram sabu, 12.347 butir pil trihexyphenidyl, 4.555 butir pil dextro, serta dua butir pil ekstasi.
Sebanyak 88 orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 76 pengedar dan 12 pemakai. Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Oktober 2025 di kawasan wisata Gili Ketapang, sebagai bagian dari upaya mewujudkan wilayah tersebut sebagai kawasan “Zero Narkoba”.
Di bidang lalu lintas, Satlantas Polres Probolinggo Kota mencatat peningkatan pelanggaran lalu lintas sebesar 18,03 persen, dengan total 20.067 pelanggaran. Pelanggaran tersebut didominasi oleh 16.110 teguran dan 3.083 tilang, dengan total denda yang masuk ke kas negara mencapai Rp119.250.000.
Meski pelanggaran meningkat, angka kecelakaan lalu lintas justru menunjukkan penurunan signifikan. Sepanjang 2025 tercatat 200 kasus kecelakaan, turun 20 persen dibandingkan 249 kasus pada 2024. Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 45 orang menjadi 43 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Polres Probolinggo Kota turut mengumumkan rencana pemusnahan barang bukti hasil penindakan selama 2025, sebagai bentuk transparansi kepada publik. Barang bukti tersebut meliputi 2.546 botol minuman keras berbagai merek, 73 knalpot brong, sembilan velg tidak standar, serta lima unit sepeda motor dengan spesifikasi tidak sesuai aturan.
AKBP Rico Yumasri menegaskan, peningkatan laporan kriminalitas di sektor Reskrim menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Namun demikian, hal tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum yang lebih optimal pada tahun 2026.” jelasnya
(Yuli/Bernas)



