Jawa TimurProbolinggo

Kunci Ganda Tak Halangi Maling, Motor Listrik Ketua KIM Wiroborang Raib Saat Jogging di Alun-Alun Probolinggo

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO, JATIM- Nasib apes dialami Sadyaswati Dyah (45), warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Niatnya berolahraga pagi di Alun-alun Kota Probolinggo, Minggu (4/10/2026), justru berakhir kehilangan motor listrik kesayangannya.

Sepeda motor listrik merek Viar miliknya senilai Rp17 juta amblas digondol pencuri saat ditinggal jogging keliling alun-alun.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 – 07.30 WIB. Korban memarkirkan kendaraannya di kawasan gerbang utama Alun-alun Kota Probolinggo, sisi Jalan Suroyo, yang memang menjadi titik parkir favorit pengunjung.

Sebelum ditinggalkan, Sadyaswati memastikan motor sudah dalam kondisi terkunci ganda.

“Saya selalu kemana-mana sudah dikunci ganda. Sudah saya pastikan terkunci baik, karena saya rutin muter alun-alun tujuh kali putaran,” ujar Sadyaswati kepada media, Minggu pagi.

Namun usai menyelesaikan tujuh putaran jogging, korban terkejut. Motor yang terparkir rapi sebelumnya sudah tidak ada di tempat.

Ia pun langsung mengkonfirmasi kepada juru parkir (jukir) yang bertugas di lokasi. Bukannya mendapat kejelasan, ia justru mendapat jawaban yang mengganjal.

“Hanya bilang nggak tahu,” ucapnya menirukan jawaban jukir tersebut.

Kejanggalan lain terungkap. Area parkir di lokasi ikonik Kota Probolinggo itu ternyata tidak memberlakukan sistem karcis bagi pengendara.

“Dan semua di situ memang tidak dikarcis,” imbuh Sadyaswati.

Ironisnya, saat motornya dinyatakan hilang, yang membantu melakukan pencarian bukan jukir yang sejak awal bertugas, melainkan rekan jukir lain yang baru datang ke lokasi.

“Yang bantu cari malah temannya sesama tukang parkir yang baru datang,” ungkapnya.

Bagi Sadyaswati, motor listrik tersebut bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan itu menjadi tunggangan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat bertugas sebagai Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) AKB Wiroborang Kota Probolinggo.

“Kalau meliput ke mana-mana saya naik itu,” tuturnya

Kerugian pun tak sedikit. Motor tersebut dibeli sekitar dua tahun lalu dengan harga Rp17 juta.

Hingga kini, korban mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Rasa pesimistis menjadi alasannya.

“Tidak, percuma. Punya tetangga saya hilang, laporan polisi juga nggak ketemu,” katanya pasrah.

Kasus ini sekaligus menyoroti lemahnya sistem keamanan dan pengelolaan parkir di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo. Padahal area tersebut merupakan ruang publik dengan aktivitas warga yang tinggi setiap pagi dan sore hari, namun pengamanan kendaraan pengunjung dinilai minim.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Probolinggo maupun pihak pengelola parkir terkait insiden tersebut.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button