BondowosoDaerahHukum & KriminalJawa TimurRagam

LKBH MP Minta Seluruh Dapur MBG Dievaluasi Total

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Tim Investigasi Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum (LKBH) Merah Putih (MP) langsung turun ke lapangan.

Direktur LKBH MP, Ahroji mengatakan, hasil investigasi di lapangan, kualitas menu MBG sangat memprihatinkan, apalagi pada bulan romadhan ini, kualitasnya semakin jauh dari harapan masyarakat alias jelek.

“Kami mendapat pengaduan dari masyarakat dari desa yang berbeda. Mereka mengeluhkan menu MBG yang kuantitas dan kualitasnya sangat jelek. Kemudian saya menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lapangan,” jelasnya.

Hasilnya, orang awam saja mengatakan, menu MBG pada bulan puasa ini sangat jelek. Kalaupun Ahli Gizi Dapur MBG mengatakan, menu tersebut sudah memenuhi syarat sebagai menu bergizi, tapi kuantitasnya sangat sedikit sekali.

Ditambahkan, mari kita hitung, ada menu MBG kering untuk bulan puasa jumlahnya hanya 3 biji. Yaitu ¾ jagung rebus, sebutir telur, dan buah manggis. Kalau harga jagung rebus Rp500,00, sebutir telur Rp2.000,00, dan sebuah manggis Rp1.000,00, total Rp3.500,00.

Sedangkan anggaran 1 porsi MBG Rp15.000,00. Kalau misalkan biaya operasional Rp3.000,00, berarti anggarannya tersisa Rp 12.000,00/porsi. Berapa keuntungan pengelola dapur dari menu MBG ini.

Mari kita hitung lagi, Rp12.000,00 dikurangi Rp3.500,00 sama dengan Rp8.500,00. Taruhlah 1 dapur punya 2000 konsumen, lalu dikalikan Rp8.500,00, maka hasilnya 1 hari Rp17.000.000,00. Sangat pantastis.

“Oleh karena itu saya minta pada Satgas MBG melakukan evaluasi total terhadap seluruh Dapur MBG. Karena prilaku pengelolanya sudah keterlaluan. Mereka telah diduga terlalu banyak mengambil keuntungan keuangan negara melalui MBG,” kesalnya.

Murid-murid yang seharusnya mendapat menu MBG yang layak, bukan hanya bergizi, tapi faktanya dilapangan kontradiktif. Sementara pengelolanya memperoleh keuntungan hingga puluhan juta rupiah setiap hari. (Syamsul Arifin/Bermas)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button