BondowosoDaerahJawa Timur

LPNU Gelar GES Sepekan Penuh

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menggelar Gebyar Ekonomi Santri (GES) sebagai langkah strategis untuk menggerakkan potensi ekonomi warga Nahdliyin sekaligus menanamkan semangat kemandirian umat.

Melalui kegiatan yang dipelopori oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Bondowoso ini, PCNU berkomitmen untuk terus mengawal instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan.

Ketua PCNU Bondowoso, M. Syaeful Bahar, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki modal sosial (social capital) yang sangat besar. Menurutnya, potensi tersebut harus mampu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar dimanfaatkan untuk momentum politik.

“Islam mengajarkan bahwa Allah mencintai umat yang kuat—bukan hanya kuat fisik, tetapi juga kuat secara ekonomi, pemikiran, dan keilmuan. Kita memiliki potensi besar tersebut, tinggal bagaimana kita mengorganisasi dan percaya diri bahwa kita mampu mewujudkan kemandirian ekonomi bersama,” ujar M. Syaeful Bahar di sela-sela acara.

Ia menambahkan bahwa ajaran Islam tidak hanya mengajarkan kesabaran dan keikhlasan dalam menerima takdir, tetapi juga mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang berdaya dan mandiri. Selain fokus pada penguatan UMKM dan perekonomian, kegiatan ini juga memberikan perhatian khusus pada edukasi kebersihan lingkungan.

PCNU Bondowoso menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai kebersihan (Annadhofatu minal iman) ke dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga kebersihan lokasi dan mengelola sampah selama rangkaian acara berlangsung.

Terkait keberlanjutan pembinaan bagi para pelaku UMKM binaan NU, PCNU Bondowoso berkomitmen untuk terus mendorong sinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

Diharapkan Pemerintah Daerah dapat memberikan pembinaan yang lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Bondowoso, hususnya pada pelaku Usaha Kecil dan Menengah NU.

Ketua Panitia Gebyar Ekonomi Santri 2026, Muhassim menjelaskan, GES ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai 28 Oktober hingga 4 November 2026. Didalamnya terdapat panggung santri yang menampilkan berbagai kesenian setiap hari. (Bernas/Syamsul Arifin)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button