MBG Bukan Hanya Makanan Bergizi Tapi Penyemangat Murid Rajin Sekolah

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Bagi sekolah di pedesaan, Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfungsi sebaga makanan bergizi, tapi juga penyemangat anak untuk lebih rajin masuk sekolah.
Kalau sebelumnya, tingkat kehadiran murid maksimal 60%, tapi setelah ada MBG naik menjadi 99%. Hal itu disampaikan Kasiran, Koordinator MBG SDN Jumpong Kecamatan Wonosari pada wartawan BeritaNasional.ID di ruang kerjanya.
“Murid kami hanya 40 orang dari Kelas I hingga Kelas VI, sedangkan gurunya berjumlah 8 orang,” jelasnya. Perhatian orang tua pada pendidikan anak-anaknya sangat kurang, karena keterbatasan ekonomi.
Pada umumnya wali murid berprofesi sebagai buruh tani. Jadi berangkat kerja ke sawah milik juragannya sesudah sholat subuh, atau sekitar jam 05.00 WIB. Sementara anak-anak mereka masih tertidur lelap.
Setelah bangun tidur, kedua orang tuanya sudah tidak ada. Sementara persiapan peralatan sekolah anaknya tidak disiapkan terlebih dahulu. Ahirnya, anak-anak melanjutkan tidurnya hingga siang.
Setelah bangun tidur mereka juga tidak menemukan sarapan pagi. Kondisi seperti ini membuat anak-anak malas pergi ke sekolah. Kalaupun ada yang masuk sekolah, kondisinya lusuh, tidak mandi dan tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
“Alhamdulilllah, dengan program MBG yang selalu sampai ke Sekolah jam 08.00 WIB membuat anak-anak semangat untuk datang ke sekolah. MBG diberikan saat jam istirahat sekitar jam 09.00 WIB,” jelasnya.
Masing-masing guru kelas, lanjutnya, mendampingi murid-murid ketika menikmati MBG. Para guru pembimbing membimbing murid-murid untuk berdo’a sebelum makan, juga tidak lupa mencuci tangan.
Di tempat yang sama, Aslap MBG Mambaul Ulum Tangsel Wetan, Prasetyo mengatakan, setiap hari berkeliling ke sekolah penerima MBG untuk mengcek menu. “Saya siap menerima kritikan dan masukan untuk perbaikan menu MBG,” jelasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



