AdvedtorialDaerahPemkab SidrapSidrapSulawesi

Melalui Forum Komunikasi, Pemkab Sidrap Optimalkan TSLP

image_pdf

BeritaNasional. ID, Sidrap—Pemerintah Kabupaten Sidrap menggelar rapat Forum Komunikasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP), di Ruangan Sekretaris Kabupaten Sidrap, Jum’at 5 April 2019.

TSLP merupakan singkatan yang diserap dari istilah asing CSR (Coorporate Social Responsibility)

Rapat dipimpin Sekda Sidrap, Sudirman Bungi, dihadiri unsur Perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, UPC, Bulog dan SKPD terkait. Kegiatan difasilitasi Bappelitbangda Sidrap selaku Sekretariat Program TSLP.

Agenda rapat mensosialisasikan Perbup Sidrap Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan Kabupaten Sidrap.

Selain itu, untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme TSLP, membangun komitmen pentingnya peran swasta dalam pembangunan daerah serta menawarkan beberapa pogram prioritas daerah yang dapat dibiayai program TSLP.

Hal tersebut diungkapkan Sekkab Sidrap Sudirman Bungi dalam rapat
TSLP yang dihadiri unsur Perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, UPC, Bulog dan SKPD terkait.

Kegiatan ini difasilitasi Bappelitbangda Sidrap selaku Sekretariat Program TSLP.

sekkab Sidrap Sudirman Bungi menyampaikan, ada beberapa kekurangan pada pelaksanaan TSLP selama ini. Antara lain, pelaksanaan yang belum terpadu, belum sistematis, belum tegas dan masih sedikit perusahaan terlibat.

“Kehadiran Perbup diharapkan mendorong partisipasi swasta lebih serius dalam hal peran sertanya dalam pembangunan,” ujar Sudirman Bungi.

Dalam kesempatan itu, Bappelitbangda Sidrap diwakili Kabid Ekososbud, Imran memaparkan SOP program TSLP serta beberapa program prioritas daerah yang dapat diakomodir perusahaan.

Imran juga mengungkapkan, kehadiran Forum Komunikasi TSLP yang diinisiasi Bappelitbangda akan mengoptimalkan TSLP dan memberikan manfaat kepada pemerintah daerah dan perusahaaan.

“Salah satunya menimbulkan kepercayaan masyarakat yang lebih baik kepada Swasta. Jika ini terjadi maka bisa berimbas pada perusahaan itu sendiri yaitu naiknya omzet atau keuntungan perusahaan,” ungkap Imran.

Sekedar diketahui hasil rapat dalam pertemuan itu menyepakati perlunya memantapkan dan merampingkan rencana prioritas yang dapat dibiayai CSR untuk kemudian diajukan ke perusahaan.

Turut disepakati pendekatan rencana kegiatan meliputi kesesuaian SPM, program prioritas daerah dan mendukung program strategis Nasional, misalnya Kabupaten sehat, Kabupaten layak anak, Sekolah Adiwiyata, Adipura dan pengarusutamaan gender

(Risal Bakri).

Show More

Related Articles

Close