Mengukir Kreativitas Ramah Lingkungan, Warga Binaan Rutan Kraksaan Dibekali Keterampilan Eco Printing

BeritaNasional.ID, KRAKSAAN – Program pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Jawa Timur, terus dikembangkan dengan pendekatan yang berorientasi pada pemberdayaan berkelanjutan. Salah satunya melalui pelatihan eco printing, teknik pewarnaan kain berbasis bahan alami yang memanfaatkan dedaunan dan tumbuhan sebagai motif utama.
Pelatihan yang dilaksanakan pada Senin (15/12) ini digelar oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang antusias mengolah potensi alam sekitar menjadi produk kreatif bernilai ekonomis.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan bahan alami tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Galih.
Menurutnya, eco printing menjadi salah satu alternatif keterampilan yang menjanjikan karena prosesnya sederhana, namun menghasilkan produk dengan nilai keunikan dan daya jual yang tinggi, baik untuk kebutuhan fesyen maupun dekorasi.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan, M. Yasin Zaini, menyampaikan bahwa respons warga binaan terhadap pelatihan ini sangat positif. Mereka menilai keterampilan eco printing sebagai peluang usaha yang realistis dan mudah dikembangkan.
“Warga binaan melihat pelatihan ini sebagai bekal usaha mandiri. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap keterampilan ini dapat menjadi sumber penghidupan yang layak setelah mereka bebas nanti,” kata Yasin.
Melalui program ini, Rutan Kraksaan berupaya menggeser paradigma pembinaan yang tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kepercayaan diri, serta kemandirian ekonomi.
Pelatihan eco printing ini bukan sekadar proses mewarnai kain, melainkan upaya merajut masa depan yang lebih baik. Diharapkan, keterampilan ramah lingkungan tersebut mampu menjadi modal berharga bagi warga binaan untuk bangkit dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
(Yuli/Bernas)



