Metro

Merasa Dirugikan Dalam Pemberitaan, Warga Alastengah Adukan Media Online ke Polisi

BeritaNasional.ID , SITUBONDO – Merasa diadu domba dengan warga lainnya melalui sebuah pemberitan di salah satu media online, Mirokso (42) warga dusun Kocape, RT 06 RW 02, Desa Alastengah, Kecamatan Sunbermalang, Kabupaten Situbondo mengadu ke Polres Situbondo. Senin 20/7/2020.

Mirokso mengadukan media online tersebut, karena telah mencatut foto dan komentarnya tanpa ijin sehingga terbit artikel yang disebutnya tidak pernah meminta konfirmasi. Dirinya merasa di adu domba serta difitnah dalam pemberitaan tersebut, sehingga nama baiknya tercemar di mata masyarakat Sumbermalang.

“Dalam artikel media online tersebut, disebutkan, saya menyudutkan pernyataan seseorang di media lainnya Padahal, saya tidak pernah di wawancarai oleh wartawan manapun. Bahkan, foto itupun diambil pada hari sabtu, dimana kami bertiga dengan Asper dan mandor Perhutani diskusi santai seputar pekerjaan, tidak ada satupun wartawan pada hari itu,” Tegasnya .

Diakuinya, pengaduan ke Polres Situbondo sebagai jalan terakhir, karena dirinya tidak tahu siapa wartawan dan kantor medianya.

“Dalam media itu, mereka menulis hal-hal yang tidak akurat dan mau membunuh karakter saya. Bahkan, saya hampir saja adu jotos karena salah paham dengan warga yang waktu itu juga sama – sama mendatangi Kantor Perhutani KPH Bondowoso pada tanggal 6 juli 2020,”imbuhnya.

Edi Susanto, yang namanya juga di
sebut – sebut dalam media tersebut sangat menyayangkan wartawan online yang telah membuat berita tanpa konfirmasi.

‘Saya Pribadi sangat keberatan dengan berita sepihak itu. Menurut saya, seorang jurnalis itu dalam menulis berita haruslah berpegang teguh pada kode etik jurnalis dan mengedepankan 5W1H. Karena, setiap pemberitaan harus berimbang dengan memuat dari dua arah, saya sangat menghargai profesi jurnalis,”Uacapnya.

Edi meminta, Kominfo Situbondo lebih tegas dengan mendata semua wartawan dan perusahaan media yang ada di Kabupaten Situbondo, agar dalam pemberitaannya lebih berbobot dan dapat dipertamggung jawabkan.

“Media tersebut, saya cek di Dewan Pers tidak terdaftar. Sementara, di Undang – undang kita menyebutkan, jika keberatan terkait pemberitaan bisa mengadu ke Dewan Pers. kami mau mengadu ke mana karena media itu tidak terdaftar di Dewan pers, satu – satunya jalan ya ke pihak Kepolisian sebagai penegak hukum ,” Tandas Edi

Edi juga menduga, semua itu tidak lepas dari upaya pengkaburan dari berbagai kasus yang dilaporkannya, baik ke Kepolisian, ataupun ke Kejaksaan.

“Saya menduga sekali lagi ini hanya dugaan, semua ini adalah konspirasi
berkaitan dengan Sertifikat di hutan lindung dan penanaman tembakau di lahan milik perhutani tanpa adaya pohon tegakan, karena banyak juga beredar di grup WA jika laporan saya tidak mendasar dan tidak ada bukti, silahkan datang kerumah saya ataupun ke Kejaksaan, jika ingin melihat bukti – bukti pelaporan saya apa saja,” pungkasnya dengan nada tinggi.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close