Daerah

Misteri Pohon Randu Tua di Kota Probolinggo, Tumbang Tanpa Sebab

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Suasana malam akhir pekan di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mendadak gempar. Sebuah pohon randu raksasa yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun tiba-tiba tumbang pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, meski cuaca saat itu terpantau cerah tanpa hujan maupun angin kencang.

Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar. Pohon tua berdiameter besar itu roboh secara tiba-tiba dan melintang di area pemakaman setempat. Beruntung, arah tumbangnya pohon mengarah ke timur sehingga tidak mengenai jalan raya yang berada di sisi barat dan biasa dilalui kendaraan dengan arus lalu lintas cukup padat.

“Keadaannya benar-benar tenang, tidak ada hujan atau angin. Tapi pohon itu tiba-tiba roboh begitu saja,” ujar salah seorang warga yang masih terlihat heran di lokasi kejadian.

Warga juga mengingat kejadian serupa yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Pohon randu yang sama sempat tumbang ke arah jalan dan mengakibatkan patahnya tiang listrik beton, meski saat itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Selain dikenal karena usianya yang sangat tua, pohon randu tersebut juga lekat dengan cerita-cerita turun-temurun yang dipercaya masyarakat setempat. Bagi warga Jrebeng Lor, pohon itu bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari sejarah kampung yang sarat nuansa mistis.

Konon, menurut cerita warga, pohon randu tersebut dipercaya dihuni oleh sosok ular besar yang hanya menampakkan diri pada waktu-waktu tertentu.

Jamal, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengatakan bahwa pohon randu itu telah berdiri sejak sebelum dirinya dilahirkan.

“Sejak zaman Belanda pohon ini sudah ada. Orang-orang tua dulu menyebutnya pohon keramat,” tuturnya.

Meski diselimuti kepercayaan mistis, warga selama ini hidup berdampingan dengan keberadaan pohon tersebut. Setiap tahun, masyarakat rutin menggelar selamatan, mulai dari khataman Al-Qur’an hingga ziarah makam, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menjaga tradisi leluhur.

“Saya mendapat kabar dari warga sekitar pukul sembilan malam. Setelah saya cek langsung ke lokasi, ternyata benar, pohon yang sudah ada sejak lama itu kini telah roboh,” pungkas Jamal.

Hingga berita ini diturunkan, tumbangnya pohon randu tersebut masih menjadi perbincangan hangat warga.

Sejumlah masyarakat dari dalam maupun luar Kelurahan Jrebeng Lor tampak berdatangan ke lokasi, termasuk aparat Babinsa dan pihak kelurahan, untuk melihat langsung sisa-sisa pohon tua yang selama ini menyimpan banyak cerita dan kini telah menyatu dengan tanah.

 

(Yul/Bernas)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button