Nusa Tenggara Timur

NTT Bangga, Undana Sumbang 90% Guru Besar di Provinsi Ini

BeritaNasional.ID, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan akademiknya. Pada Selasa, 5 Agustus 2025, kampus kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur itu mengukuhkan tiga dosen terbaiknya sebagai Guru Besar dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Auditorium Undana, Kota Kupang.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, para Guru Besar, pimpinan daerah, dan segenap civitas akademika Undana.

Ketiga dosen yang dikukuhkan yaitu, Hikmah, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dalam bidang Kepakaran Teknik Lingkungan dan Penyehatan;  Arifin Sanusi dari Fakultas Sains dan Teknik dalam bidang Energi Terbarukan; serta  Petrus Kase dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dalam bidang Analisis Kebijakan Publik.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah, ketiganya menyampaikan orasi akademik sesuai bidang kepakarannya. Hikmah menyampaikan orasi bertajuk “Fenomena Lingkungan Pesisir: Analisis Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sanitasi Lingkungan”, yang menyoroti dinamika pola kelola kebersihan lingkungan pesisir.

Sementara  Arifin Sanusi membawakan orasi “Pengembangan Sumber Energi Terbarukan dalam Mendukung Kemandirian Energi Lokal”, menegaskan pentingnya pemanfaatan energi alternatif bagi daerah.

Adapun Petrus Kase memaparkan orasi berjudul “Analisis Kebijakan Deliberatif dalam Konteks Tatakelola Pemerintahan Kontemporer”, mengulas pentingnya pendekatan partisipatif dalam proses kebijakan publik.

Rektor Undana. Maxs U.E. Sanam, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya atas bertambahnya Guru Besar baru di Undana. Sejak berdiri pada tahun 1962, total sebanyak 71 Guru Besar telah dikukuhkan Undana. Namun, berdasarkan data terkini, dari jumlah tersebut, 13 orang telah memasuki masa purnabakti, 9 orang meninggal dunia, dan 1 orang pindah tugas, sehingga tersisa 48 Guru Besar aktif yang saat ini berkarya di Undana.

“Kalau dilihat dari persentasenya, kurang lebih 90 persen Guru Besar di NTT ini dikontribusikan oleh Undana,” terang Rektor.

Beliau juga menyampaikan bahwa Undana masih terus mendorong lahirnya Guru Besar baru demi mengejar target ideal minimal 10 persen dari total dosen aktif. Saat ini, Undana baru berada di angka sekitar 5 persen. Walau demikian, pencapaian dalam tiga tahun terakhir dinilai sangat menggembirakan karena peningkatan jumlah Guru Besar berlangsung cukup signifikan.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Rektor Maxs menuturkan bahwa pada 11 Agustus 2025 mendatang, Undana kembali akan mengukuhkan tiga Guru Besar lainnya. Hal ini akan menambah jumlah Guru Besar aktif menjadi 51 orang.

“Harus diakui bahwa dalam tiga tahun terakhir ini jumlah Guru Besar di Undana meningkat secara signifikan, dan pencapaian ini akan berdampak pada peningkatan akreditasi Undana yang baru saja meraih predikat Unggul pada 30 Maret 2025 lalu,” pungkasnya.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button