Pakar Jepang Latih Mahasiswa Undana soal Teknologi dan Keselamatan Tambang Batubara Bawah Tanah

BeritaNasional.ID, KUPANG — Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknik (FST), Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswanya di bidang pertambangan. Kali ini, melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan Teknologi Pertambangan & Keselamatan Tambang Batubara Bawah Tanah”, Undana menggandeng tiga pakar pertambangan dari Jepang untuk berbagi ilmu dan pengalaman langsung kepada para mahasiswa.
Bertempat di Aula Prodi Teknik Pertambangan, kegiatan ini menghadirkan Mr. Shinji Togawa, Mr. Yoshihisa Shimamora, dan Mr. Ichiro Takeuchi, tiga ahli pertambangan dari Negeri Sakura yang tergabung dalam tim KCM—sebuah lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah Jepang untuk melakukan pelatihan di Indonesia.
Dalam keterangannya, Koordinator Prodi Teknik Pertambangan Undana, Noni Banunaek, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Pemerintah Jepang dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertambangan, khususnya pertambangan batubara bawah tanah.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari sinergi internasional. Undana menjadi salah satu dari sembilan perguruan tinggi di Indonesia yang mendapat kesempatan untuk menerima pelatihan langsung dari para pakar pertambangan Jepang. Ini merupakan kehormatan dan peluang besar bagi kami,” ujar Banunaek, Kamis 7 Agustus 2025.
Menurut Banunaek, pelatihan ini tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Tahun sebelumnya, sebanyak 14 mahasiswa Undana telah diberangkatkan ke Tambang Bawah Tanah Sawahlunto, Sumatera Barat, untuk mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan. Para mahasiswa tersebut tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga berhasil membawa pulang sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi pemetaan tambang bawah tanah.
“Tahun ini juga direncanakan akan ada pelatihan serupa sekitar bulan September atau Oktober, dengan kegiatan langsung di lapangan. Namun kami masih menunggu kepastian dari pusat karena tahun 2025 ini terjadi efisiensi anggaran. Semua biaya pelatihan ditanggung oleh pemerintah,” tambahnya.
Di sisi lain, Mr. Yoshihisa Shimamora, salah satu pakar Jepang yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi nyata dari MoU antara pemerintah Jepang dan Indonesia.
“Kami adalah tim dari KCM yang ditunjuk untuk memberikan pelatihan di Indonesia. Dalam setahun, kami melakukan pelatihan di sembilan universitas. Sebelum pelaksanaan, kami terlebih dahulu mengurus perizinan sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Shimamora menambahkan, bahwa pelatihan yang dilaksanakan di lingkungan perguruan tinggi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengalihkan teknologi pertambangan batubara bawah tanah dari Jepang ke Indonesia, sesuai dengan tema besar kerja sama yang telah disepakati.
“Fokus kami adalah pada teknologi dan keselamatan kerja dalam tambang batubara bawah tanah, yang memang menjadi perhatian serius baik di Jepang maupun di Indonesia,” ungkap Shimamora.
Kegiatan pelatihan ini disambut antusias oleh para mahasiswa, dosen, serta civitas akademika Prodi Teknik Pertambangan Undana. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi peluang emas untuk menjalin jejaring internasional serta meningkatkan daya saing lulusan Undana di dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan.*
(Alberto)



