DaerahHeadlineJawa TimurNasionalRagamSitubondo

Panen Jagung, Ditjenpas Jatim Apresiasi Kolaborasi Rutan Situbondo dan Perhutani Dalam Ketahanan Pangan

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo, Jawa Timur, menggelar panen raya jagung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (15/10/2026).

Program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kusnali mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan.

“Dampak manfaatnya sangat baik bagi warga binaan. Mereka memperoleh keahlian tentang cara menanam jagung yang baik, sekaligus mendapatkan premi dari hasil pekerjaan mereka,” kata Kusnali saat meninjau panen di lahan SAE Rutan Situbondo.

Menurut dia, program tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan produktif sekaligus membantu warga binaan mempersiapkan kehidupan setelah bebas.

Premi warga binaan disiapkan sebagai modal usaha
Kusnali menjelaskan, warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian berkesempatan memperoleh premi sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengacu pada arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagaimana disampaikan Kusnali, sebagian premi dapat diterima warga binaan, sedangkan sebagian lainnya wajib disimpan atau ditabung melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Tabungan tersebut nantinya dapat diberikan ketika warga binaan bebas sehingga bisa menjadi modal awal untuk merintis usaha. Dengan skema itu, warga binaan diharapkan tidak hanya membawa keterampilan bertani setelah menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal finansial untuk memulai kehidupan baru.

“Ilmunya sudah dapat, modalnya juga ada. Tentu ini merupakan suatu hal yang positif,” ujar Kusnali.

Kusnali juga mengatakan dirinya telah melaporkan kegiatan ketahanan pangan Rutan kelas IIB Sitbondo ke Dirjen Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia.

“Semoga saat panen selajutnya yang diperkirakan bulan Desembar nanti, Pak Dirjen bisa hadir ke Situbondo, moga- moga juga Pak Menteri ada waktu bisa ikut hadir,” pungkasnya.

Gandeng Perhutani manfaatkan lahan pertanian
Keberhasilan program pertanian di Rutan Situbondo tidak terlepas dari kolaborasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Perum Perhutani melalui Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Munir, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut memanfaatkan kawasan hutan melalui pola agroforestri atau tumpang sari.

Dalam sistem tersebut, lahan dapat dimanfaatkan untuk tanaman kehutanan, tanaman buah-buahan, serta tanaman pertanian seperti jagung tanpa mengabaikan fungsi tanaman pokok kehutanan.

Munir berharap, kerja sama dengan Rutan Situbondo dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk mengembangkan program serupa.

Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian juga menjadi bukti bahwa mereka dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Perhutani berharap kolaborasi dengan berbagai lembaga dapat diperluas sehingga pemanfaatan kawasan melalui pola agroforestri memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kusnali juga berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut dan membuka peluang bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan lainnya untuk mengembangkan program kemandirian pangan.

Enam warga binaan terlibat langsung
Dalam pelaksanaannya, tidak semua warga binaan dapat langsung dilibatkan dalam kegiatan pertanian di lahan SAE.

Kusnali mengatakan, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen untuk menentukan warga binaan yang memenuhi persyaratan, termasuk mempertimbangkan masa pidana yang telah dijalani dan perilaku selama berada di dalam rutan.

Dari program yang berjalan tersebut, enam warga binaan terlibat langsung dalam pengelolaan lahan pertanian.

Menurut Kusnali, keterlibatan warga binaan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketentuan pembinaan yang berlaku.

Ia menambahkan, keberlanjutan program menjadi hal penting karena warga binaan yang saat ini bekerja suatu saat akan bebas dan digantikan oleh warga binaan lainnya.

Dengan demikian, manfaat program diharapkan terus berlanjut dari satu kelompok warga binaan ke kelompok berikutnya.

Panen diharapkan hasilkan hingga 10 ton jagung
Program pertanian tersebut dijalankan melalui dukungan lintas sektor, termasuk penyediaan lahan dan bantuan sarana produksi dari pihak terkait.

Kusnali menegaskan, kolaborasi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program, terutama karena kegiatan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Ia berharap hasil panen dapat memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Hadir dalam panen javung tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa timur. LAPAS Kelas IIA  Banyuwingi, LAPAS Kelas IIB Bondowoso,  LAPAS kelas IIA Jember, LAPAS kelas IIB Lumajang, Bank BRI Situbondo.

Melalui program ini, Rutan Situbondo berupaya menjadikan kegiatan pertanian bukan sekadar aktivitas produktif selama menjalani masa pidana, melainkan juga bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button