Pasca Banjir, Pemprov Jatim Pulihkan Irigasi, 1.336 Hektare Sawah di Situbondo Kembali Terairi

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani terputusnya Saluran Irigasi Nangger di Kabupaten Situbondo akibat banjir bandang yang terjadi pada 21 Januari 2026. Penanganan darurat dilakukan dengan memasang pipa pengganti agar aliran air irigasi kembali berfungsi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saluran irigasi yang terputus sepanjang 15 meter tersebut kini telah dipulihkan sementara melalui pemasangan pipa darurat.
“Saudaraku warga Situbondo yang baik, penanganan darurat Saluran Irigasi Nangger dilakukan dengan memasang pipa pengganti yang berfungsi untuk mengalirkan kembali air irigasi,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Dalam penanganan ini, Pemprov Jatim menggunakan total 12 lonjor pipa berdiameter D-20 yang dirangkai menjadi empat lajur. Rangkaian pipa tersebut berfungsi sebagai saluran sementara untuk mengalirkan air irigasi ke wilayah terdampak.
Untuk mempercepat proses, Pemprov Jatim mengerahkan satu unit excavator standar, 400 lembar sandbag, 42 lembar jumbo bag, serta melibatkan 31 personel di lapangan.
Pekerjaan dimulai pada Sabtu (24/1/2026) dengan tahap pembersihan lahan, pembuatan landasan pipa, serta pengarah aliran menggunakan sandbag yang diisi tanah setempat secara manual.
Seluruh proses rampung pada Selasa (27/1/2026), ditandai dengan uji alir air sebesar 2.000 liter per detik. Dengan berfungsinya kembali saluran irigasi sementara ini, lahan sawah seluas 1.336 hektare yang tersebar di delapan desa terdampak diharapkan kembali terairi.
Desa-desa tersebut meliputi Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih.
“Semoga sawah petani bisa kembali teraliri sehingga padi dapat tumbuh subur,” kata Khofifah.



