Daerah

Pelajar SMA di Kota Probolinggo Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Probolinggo ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (7/1/2026) siang. Remaja berusia 16 tahun tersebut diduga mengakhiri hidupnya di kediaman yang berada di Gang Pelita, RT 02/RW 04, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.

Korban diketahui bernama Abdullah Fajar Arifin, siswa SMA Negeri 4 Kota Probolinggo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.10 WIB.

Kakak korban, Vivin, menuturkan bahwa sebelum kejadian, korban masih terlihat beraktivitas di dalam rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Namun, selang beberapa waktu kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Temuan tersebut segera dilaporkan Ketua RT setempat, Winarti, kepada aparat terkait. Laporan itu ditindaklanjuti dengan kehadiran Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta warga sekitar di lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Polsubsektor Kanigaran.

Sekitar pukul 13.10 WIB, Tim Inafis Polresta Probolinggo Kota mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Probolinggo pada pukul 13.40 WIB.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, tidak ada indikasi kekerasan. Dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, namun penyelidikan masih terus dilakukan,” ujar AKP Zaenal.

Sementara itu, informasi awal yang beredar menyebutkan korban diduga mengalami tekanan psikologis dan perasaan minder di lingkungan sekolah. Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan para saksi dan fakta-fakta lain untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Pihak keluarga dan warga sekitar berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama, khususnya bagi orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar dalam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi mental dan psikologis remaja.

(Yuli/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button