Pemkab Tasikmalaya Gelar Rakor Nataru: Antisipasi Macet, Harga Naik, dan Cuaca Murung

Beritanasional.id – Jawa Barat,- Kabupaten Tasikmalaya tampaknya tak ingin Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 hanya diwarnai kembang api dan doa syukur. Pemerintah daerah, dipimpin langsung oleh Bupati H. Cecep Nurul Yakin, memilih jalur “sigap dan cepat” dengan menggelar Rapat Koordinasi lintas sektoral di Hotel Alhambra, Selasa (16/12). Rakor ini bukan sekadar kumpul pejabat, melainkan deklarasi kesiapan terpadu: dari Polres hingga Polsek, Kodim hingga Koramil, semua dimobilisasi demi suasana akhir tahun yang aman, tertib, dan ‘harapannya’ kondusif, Rabu (24/12/2025).
Lima Fokus, Satu Harapan
Bupati Cecep menekankan bahwa sinergi antar instansi adalah kunci. Tanpa itu, pengamanan Nataru bisa jadi hanya jargon tahunan. Ia menggarisbawahi lima fokus utama yang diantaranya:
1. Patroli dan pengawasan di titik vital, terutama tempat ibadah dan pusat keramaian. Karena, siapa tahu ada yang lebih suka bikin gaduh daripada berdoa.
2. Stabilitas harga bahan pokok. Pemkab berjanji bekerja sama dengan pihak terkait, bahkan merencanakan inspeksi mendadak ke pasar tradisional. Targetnya: mencegah penimbunan dan spekulasi harga. Walau, seperti biasa, pedagang lebih lihai daripada pejabat.
3. Perbaikan jalan dan jalur wisata. Dinas terkait diminta segera turun tangan. Karena tak ada yang lebih ironis daripada liburan damai yang berakhir di lubang jalan.
4. Manajemen lalu lintas. Posko terpadu akan disiapkan untuk mengurai kemacetan. Sebuah tradisi tahunan yang lebih mirip ritual daripada solusi permanen.
5. Harmoni dan toleransi. Bupati mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar menjaga kerukunan. Pesan klise yang selalu diulang, tapi tetap relevan di tengah riuh politik dan sosial.
Antisipasi Cuaca Murung
Tasikmalaya dikenal dengan potensi bencana alam di musim penghujan. Maka, BPBD dan relawan diminta siaga penuh. Posko bencana harus siap menghadapi banjir, longsor, atau kejadian darurat lain. Karena, selain macet dan harga naik, cuaca murung juga bisa jadi “tamu tak diundang” di pesta akhir tahun.
Sinergi atau Sekadar Formalitas?
“Sinergi antar instansi adalah kunci mutlak,” tegas Bupati Cecep. Pernyataan yang terdengar gagah, meski publik tahu sinergi sering berhenti di meja rapat. Rakor kali ini dihadiri jajaran forkopimda, camat, kapolsek, danramil se-Kabupaten Tasikmalaya. Lengkap, meriah, dan penuh janji.
Apakah semua rencana ini akan benar-benar berjalan mulus? Waktu, hujan, dan harga cabai biasanya lebih jujur daripada notulen rapat.
Laporan: Chandra Foetra S



