HeadlineJawa BaratKesehatanNasionalPemerintahantasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya Tetapkan Status KLB Campak, Imunisasi Massal Digelar

Beritanasional.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah terjadi lonjakan kasus dalam tiga bulan terakhir. Keputusan ini menempatkan Tasikmalaya sebagai salah satu wilayah dengan perhatian khusus terkait penyebaran penyakit menular di Jawa Barat, sekaligus memicu langkah cepat penanggulangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana, SKM., M.P.H., menyampaikan bahwa sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat 114 kasus suspek campak, dengan 14 kasus terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium di Labkesda Provinsi Jawa Barat. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Sukaraja dan Leuwisari, sementara kecamatan lain hanya melaporkan 1–2 kasus.

“Data ini menjadi dasar bagi Kabupaten Tasikmalaya dan Garut untuk melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal,” ujar Otong saat dikonfirmasi oleh beritanasional.id melalui sambungan whatsapp miliknya pada Jumat, (10/4/2026).

Imunisasi Massal Campak Rubella

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan provinsi akan menggelar imunisasi massal campak rubella bagi anak usia 9 hingga 59 bulan. Program ORI dijadwalkan berlangsung serentak pada 13–18 April 2026, dengan pelaksanaan menyesuaikan kebijakan masing-masing kecamatan.

Otong menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan telah menyiapkan vaksin dan logistik pendukung. Ia menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini. “Kami sudah menyiapkan vaksin dan segala kebutuhan pelaksanaan ORI. Diharapkan orang tua membawa anak-anak ke posyandu sesuai jadwal yang ditentukan puskesmas di wilayah masing-masing. Kami juga berharap pihak Kecamatan dimasing-masing wilayah agar membantu menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan imunisasi massal tersebut,” katanya.

Campak merupakan penyakit yang sangat menular melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejala awal meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit. Meski terlihat ringan, campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, gangguan penglihatan dan pendengaran, bahkan amnesia imun yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Selain ORI, pemerintah juga mendorong pelaksanaan Catch-Up Campaign (CUC) untuk melengkapi imunisasi anak yang belum lengkap. Fasilitas kesehatan di Tasikmalaya diminta meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan setiap kasus suspek campak dalam waktu maksimal 24 jam.

Dengan status KLB, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran lebih luas. Pemerintah menegaskan bahwa partisipasi aktif warga dalam program imunisasi akan sangat menentukan keberhasilan pengendalian wabah campak di Tasikmalaya.

Laporan: Chandra Foetra S.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button