Jawa TimurProbolinggo

Pemkot Probolinggo Terima Audiensi FKUB, Bahas Penguatan Payung Hukum Kerukunan Umat Beragama

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM- Pemerintah Kota Probolinggo menerima audiensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di ruang transit Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (11/12). Ketua FKUB Ahmad Hudri hadir bersama enam anggota lainnya dan diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu membahas usulan penguatan payung hukum kerukunan umat beragama melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB Ahmad Hudri menegaskan bahwa penguatan regulasi menjadi kebutuhan mendesak yang datang dari masyarakat lintas agama. “Kalau menyangkut umat, ini pasti penting. Sangat penting,” ujarnya. Hudri menjelaskan, wacana penyusunan Perda kerukunan umat beragama telah dibahas sejak empat hingga lima bulan lalu, bahkan sebelumnya juga dikomunikasikan dengan DPRD.

Hudri menilai kehadiran Perda akan memberikan kepastian hukum sekaligus memperjelas peran FKUB, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia mencontohkan persoalan pendirian rumah ibadah yang masih sering menimbulkan multitafsir. “Kalau tidak ada payung hukum yang kuat, kebutuhan umat bisa terhambat hanya karena ketidaksetujuan sebagian masyarakat. Padahal itu hak warga negara,” tegasnya.

Selain itu, FKUB mengusulkan agar moderasi beragama dimasukkan dalam kurikulum lokal. FKUB juga memaparkan program “Ekoharmoni” yang menekankan pelestarian lingkungan sebagai titik temu ajaran berbagai agama.

Menanggapi pemaparan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin—didampingi Kepala Bakesbangpol M. Sonhaji dan Kabag Kesra Andri Purwanto—mengapresiasi inisiatif FKUB, namun mengingatkan perlunya fokus materi dalam penyusunan Perda. “Secara prosedural, bisa dari aspirasi masyarakat melalui dewan atau dari eksekutif. Tetapi substansinya perlu dipersempit agar tidak terlalu luas,” ujar Wali Kota Amin.

Ia menilai penekanan pada komunikasi antarumat beragama dapat menjadi dasar yang lebih tepat. Meski demikian, Wali Kota Amin menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan peran FKUB. “Intinya, kita ingin semua umat merasa nyaman. Kota Probolinggo ini sudah rukun, tinggal kita perkuat dengan regulasi,” katanya.

Tokoh FKUB lainnya, Agus Rudiyanto Ghaffur, menyampaikan bahwa FKUB akan terus berinovasi. “FKUB akan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain. Tahun pertama perubahan 25%, tahun kedua 50%, tahun ketiga 75%, dan tahun keempat 100%,” ujarnya optimistis.

Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk segera menindaklanjuti penyusunan kajian akademik dan penyelarasan substansi bersama DPRD dan perguruan tinggi. Pertemuan berlangsung penuh semangat dan menjadi langkah penting dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo.

 

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button