Sulbar

Penanganan Pasien Postif Covid-19 Bajoe Polman Dinilai Tidak Sesuai Standar SOP

Polman.Sulbar.Beritanasional.id —  Sebuah foto pasien positif covid 19 viral di media sosial. Dalam foto tersebut terlihat ia mengenakan pakaian muslim dan mengenakan kopiah sedang mengendarai sepeda motor. Foto tersebut menjadi perbincangan hangat sejumlah netizen di mwdia sosial.

Salah satu warga Desa Batetangnga, Juliani mengatakan, penanganan terhadap pasien covied di Bajoe terkesan disepelekan dan diskriminatif dibanding penanganan pasien yg ada di daerah lain, seperti di Kandemeng yang begitu ketahuan positif semua bereaksi dan turun langsung sesuai standar SOP penanganan covid. Sementara di Bajoe terkesan inisiatif tenaga medis saja, sehingga kami masyarakat menganggap perlakuan terhadap pasien postif tidak berbanding lurus dengan besarnya anggaran daerah yang digelontorkan khusus kasus covid.
“Kami atas nama relawan desa dan kelurahan yang ada di kecamatan Binuang merasa kecewa atas kejadian ini dan berharap jangan lagi ada yang diperlakukan seperti kasus bajoe kapan dan dimanapun,”katanya dengan nada tinggi.

Pasien tersebut diketahui merupakan seorang santri, warga dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. Ia mengendarai sepeda motor menuju Puskesmas setempat untuk dilakukan tes swab.

Tim gugus tugas percepatan dan penanganan covid 19 yang menjemput pasien bersama anggota keluarganya menggunakan mobil ambulans. Penjemputan pasien ini hanya dilakukan oleh seorang petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap.

Dari rumah pasien, lima orang anggota keluarganya yang terdiri dari Ayah, Ibu, serta 3 orang adiknya dinaikkan keatas mobil ambulans, sementara pasien mengendarai motor menuju Puskesmas. Pasien ini merupakan seorang santri asal Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang pulang kampung pada tanggal 19 April lalu.

Kepala Puskesmas Binuang, Nurhayati mengatakan, upaya yang dilakulan adalah tes swab untuk kontak erat pasien N yang dari Bajoe.
“Pasien tersebut lalu dilakukan tes swab untuk kedua kalinya. Selain pasien ini, ada lima orang anggota keluarga lainnya yang diambil res swabnya, yakni kedua orang tua dan tiga adiknya,”katanya.

Nurhayati menjelaskan, pasien N ini sudah dua kali dilakukan tes swab. Hasil pertamanya itu positif, dan kali ini merupakantes swab yang kdia kalinya. Sementara untuk anggota keluarganya semuanya langsung di tes swab juga.
“Hasilnya baru kita bisa ketahui 3-4 hari kedepan, karena baru akan dikirim ke balai laboratorium Makassar,”katanya.

Terpisah, Kepala Dinkes Polman Andi Suaib Nawawi mengaku tidak menjadi masalah jika pasien positif naik motor asalkan tidak ada yang dibonceng. “Tidak jadi masalah yang penting menerapkan physical distancing menjaga jarak. Pasien tidak dinaikkan ke mobil ambulance untuk menghidari berbaur dengan keluarganya yang lain yang akan diambil rapid tes dan swabnya,” kilah Jubir Penanganan Covid-19 Polman ini.

Suaib Nawawi juga mengatakan sebenarnya, Selasa 12 Mei kemarin pasien NA di Bajoe Binuang akan dibawa ke tempat karantikan di Stadion, Sport Center Polewali. Tetapi karena ada kegiatan pelatihan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan Dinkes dengan Kemenag Polman akhirnya tertunda.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close