AsahanBencana alamHeadlineJawa TimurRagamSitubondo

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak, SatPolairud Situbondo Ingatkan Tidak Sepelekan Alat Keselamatan

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Imbauan agar nelayan selalu mewaspadai cuaca buruk kembali terbukti penting. Seorang nelayan di Kabupaten Situbondo nyaris menjadi korban keganasan gelombang tinggi setelah perahu yang digunakannya terbalik di tengah laut, Kamis (5/3/2026).

Beruntung, nelayan bernama Puji Pranoto (45), warga Dusun Sidodadi, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, berhasil diselamatkan oleh kru kapal feri KMP Trimas Laila yang kebetulan melintas di perairan utara Taman Nasional Baluran.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, pihaknya langsung bersiaga setelah menerima laporan dari awak kapal feri yang melakukan penyelamatan.

“Kejadian ini berawal sekitar pukul 12.45 WIB. Kapten kapal, Hadi Wijaya (37), yang sedang berlayar dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Jangkar melihat korban bertahan di atas perahu fibernya yang sudah dalam kondisi terbalik dan terikat pada rumpon,” kata Gede.

Melihat kondisi tersebut, kapten kapal langsung memerintahkan anak buah kapal (ABK) untuk melakukan evakuasi. Awak kapal kemudian membuka pintu rampa (ram door) dan melemparkan pelampung (ring buoy) ke arah korban.

Korban yang saat itu berusaha bertahan di tengah gelombang akhirnya berhasil ditarik ke atas geladak kapal. Setelah berhasil dievakuasi, Puji langsung mendapatkan pertolongan pertama dari kru kapal.

Selanjutnya, kapal feri tersebut berkoordinasi dengan Pos Polairud Jangkar dan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Jangkar. Kapal tiba di pelabuhan sekitar pukul 14.45 WIB.

Setibanya di dermaga, personel Satpolairud bersama unsur maritim lainnya langsung mengambil alih proses evakuasi korban.

“Korban meminta diperiksa di Puskesmas Banyuputih karena lokasinya lebih dekat dengan rumahnya. Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan dalam kondisi sehat dan langsung dipulangkan ke pihak keluarga,” ujar Gede.

Berdasarkan keterangan korban, perahunya terbalik setelah tiba-tiba dihantam gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem di tengah laut. Perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Meski berhasil selamat, Puji harus menanggung kerugian materiil yang cukup besar. Satu unit perahu fiber beserta mesinnya dilaporkan hilang dengan nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 45 juta.

Belajar dari kejadian tersebut, Satpolairud kembali mengingatkan para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama ketika kondisi cuaca sedang tidak menentu.

“Kami mengimbau nelayan untuk selalu memantau kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung. Jika angin mulai kencang dan gelombang tinggi, sebaiknya tunda dulu aktivitas melaut demi keselamatan,” pungkasnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button