Probolinggo

Peringati HGN ke-66, Pemkot Probolinggo Perkuat Komitmen Cegah Stunting Berbasis Pangan Lokal

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 di Gedung Puri Manggala Bhakti, Jumat (30/1). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang berbasis pangan lokal.

Peringatan HGN ke-66 tahun ini mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”. Tema tersebut sejalan dengan upaya intervensi pencegahan stunting melalui optimalisasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Acara dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, serta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Turut hadir camat se-Kota Probolinggo, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, TP PKK kecamatan, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, serta ibu hamil dan ibu balita penerima manfaat MBG.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen SPPG Kota Probolinggo dalam pemberian MBG bagi sasaran 3B. Sebanyak 16 SPPG menyatakan kesiapan menjaga kualitas, keamanan, dan nilai gizi makanan yang diberikan kepada kelompok prioritas.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini sebagai fondasi tumbuh kembang generasi masa depan. Menurutnya, kualitas gizi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan yang tepat.

“Nilai gizi anak harus benar-benar terjaga melalui Program MBG. Ini sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, menyampaikan bahwa berdasarkan data SIGIZIKESGA (EPPGBM) per Desember 2025, angka stunting di Kota Probolinggo berada pada 9,56 persen atau sebanyak 1.083 anak masih terdeteksi mengalami kekurangan gizi.

“Target utama kami adalah menjaga agar status gizi anak tidak menurun, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Probolinggo terus menjalankan berbagai program terintegrasi, mulai dari pemantauan gizi ibu hamil hingga balita, pelibatan TP PKK, hingga pemanfaatan sumber pangan lokal. Beberapa di antaranya melalui pengembangan telur puyuh dan tanaman pangan di tingkat kelurahan untuk mendukung keberlanjutan Program MBG.

Rangkaian kegiatan HGN ke-66 di Kota Probolinggo meliputi pembagian paket kudapan bergizi kepada pengguna jalan, pengukuran antropometri balita, penyerahan paket makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil, serta talk show bertema pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Poltekkes Kemenkes Surabaya 5, Annas Buannasita.

Melalui peringatan HGN ke-66 ini, Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan bahwa penanggulangan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button