Maluku

Plat Merah Angkut Miras, Oknum ASN Dispora Haltim Kembali Bikin Ulah

Beritanasioanal.ID, Halamhera Timur – Puluhan minuman keras (Miras) jenis Captikus yang dikemas dalam kantong plastik berhasil diamankan Kepolisian Polpos Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah Kabupaten Halmahera timur, Maluku Utara. Diduga barang haram tersebut milik salah satu pegawai di lingkup Dispora Haltim.

Tak hanya itu, Kapolpos juga mengamankan dua kendaraan roda dua sepeda motor yang diduga digunakan sebagai alat pengangkut barang haram tersebut, yang mengenaskan dari dua motor yang digunakan sebagai alat transportasi untuk mengangkut barang haram itu, didapati satu motor dengan plat merah merek Honda Revo dengan Nopol DG2007 HT. Sedangkan satunya lagi bermerek Yamaha Z1 tanpa ada Nopol yang dibawa dua pemuda, berinisial BL dan VK, Rabu (19/08/2020).

Salah satu pelaku VK yang membawa barang haram tersebut mengaku, barang haram yang dibawah tersebut atas perintah papa mantunya YS dan akan dibawa ke Maba, untuk diberikan ke MT yang juga salah satu pegawai di lingkup Dispora Kabupaten Halmahera Timur.

“Minuman ini akan dibawa ke Maba, rumah pak MT di maba nanti,” beber VK di Kantor Pospol Lolobata.

VK menyebutkan, terkait motor dinas yang digunakan tersebut diberikan MT untuk mengambil Miras di Desa Puao, selain itu dirinya mengakui, satu kali antar Miras ke Maba dirinya dibayar Rp100.000.

“Motor dinas itu pak MT berikan ke kami untuk mengambil Miras di Desa Puao, dan kami akan di bayar Rp100.000 per satu kali antar ke Maba,” cetus VK.

Bahkan kata Bripka Wardi Ibrahim di  kantornya mengungkapkan, bahwa  motor dinas yang digunakan ini suda tiga kali mengangkut barang haram tersebut, beberapa bulan lalu sudah pernah ditangkap karena membawa miras, dan yang membawa miras waktu itu pak MT sendiri.

“Dengan jumlah miras 70 botol yang diisi dalam kantong plastik, yang kedua tidak sempat ditangkap karena waktu mau dikejar ban motor bermasalah,” tutur Bripka Wardi.

Rupa-rupanya Oknum ASN Dispora Haltim MT kembali bikin ulah sudah terus-menerus harusnya MT sudah dipanggil oleh badan kepegawaian daerah Kabupaten Halmahera Timur, (BKD) untuk menindaklanjuti perilaku tak terpuji seorang ASN.

Tak hanya biasa angkut miras Oknum ASN MT juga beberapa bulan lalu melakukan pemaksaan mesum online terhadap mantan istrinya, MT dengan sengaja menelanjangi tubuhnya melalui via WhatsApp.

Rupanya MT sudah melabrak undang-undang pornografi, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan. MT juga dinilai mengabaikan PP 53 Tahun 2010 yang ditetapkan dalam rangka mewujudkan PNS yang handal, profesional, dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik.

Wardi bilang, nanti hari ini baru ada penangkapan lagi dengan motor dinas yang sama, dengan jumlah miras yang dibawa 70 botol yang diisi dalam kantong plastik.

“Dan kali ini yang membawa miras yaitu dua anak muda yang berasal dari Desa Puao,” katanya. (Ichky)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close